• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Bill Gates Hantam Trump: “Bukan Salah Administrasi, Tapi Moral!”

Bill Gates kritik keras Trump soal pemotongan bantuan luar negeri yang ganggu pasokan obat HIV anak di negara miskin.

musa by musa
15/07/2025
in World
0
Bill Gates
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Tokoh teknologi dan filantropi dunia, Bill Gates, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Gates menyesalkan kebijakan pemerintahan Trump yang memangkas drastis anggaran bantuan luar negeri, yang selama ini menyelamatkan jutaan jiwa di negara-negara berkembang.

“Dampak bencana dari pemotongan ini sepenuhnya bisa dicegah. Dan masih belum terlambat untuk membalikkan keadaan,” tegas Gates, Senin (14/7/2025).

Kritik tersebut merespons laporan terbaru mengenai krisis pasokan obat HIV untuk anak-anak di Afrika, yang disebut sudah tidak dikirimkan dalam beberapa bulan terakhir. Lebih parah lagi, tabung oksigen untuk bayi dan obat-obatan untuk penyakit menular seksual juga dilaporkan mulai langka.

PEPFAR dan Gavi Jadi Korban, Pasokan Obat Tersendat

Gates secara khusus menyesalkan pemotongan terhadap program PEPFAR (President’s Emergency Plan for AIDS Relief) dan penghentian dukungan AS untuk aliansi vaksin global Gavi, yang keduanya berperan penting dalam memerangi HIV, AIDS, dan penyakit menular lainnya. Kedua inisiatif tersebut selama ini mendapat sokongan besar dari Gates Foundation.

“Ini bukan hanya soal salah langkah kebijakan. Ini adalah kesalahan moral,” kata Gates dalam pidatonya di Ethiopia bulan lalu.

Sebagai pendiri Gates Foundation, Gates menyebut pemangkasan dana secara tiba-tiba telah mengacaukan rantai distribusi obat-obatan, menciptakan kekosongan yang mengancam nyawa banyak orang terutama anak-anak dan perempuan hamil di negara-negara miskin.

USAID Dibubarkan, Bantuan Kemanusiaan Diperketat

Kebijakan Trump juga mencakup pembubaran USAID pada akhir Juni 2025, yang lantas dilebur ke dalam Departemen Luar Negeri. Menlu AS Marco Rubio menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan kini akan “lebih terarah dan dibatasi waktu”. Namun, keputusan ini justru memicu reaksi negatif di komunitas global.

Diketahui, Rubio bahkan menolak bertemu dengan Bill Gates sejak menjabat awal tahun ini. Sebelumnya, Gates sempat menghadiri makan malam dengan Trump di Mar-a-Lago pada Desember lalu, namun hubungan keduanya tampak memburuk sejak perubahan kebijakan besar-besaran ini.

Kematian Mulai Terjadi, Gates Tak Tinggal Diam

Pekan lalu, Gates dengan nada tegas menyatakan bahwa kematian akibat pemangkasan bantuan luar negeri sudah terjadi. Ia juga mengumumkan telah menyumbangkan US$ 50 juta untuk mendukung kampanye calon presiden Partai Demokrat Kamala Harris, sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan Trump.

Kritik Gates semakin menegaskan posisi dirinya sebagai penjaga moralitas global dalam isu-isu kesehatan dan kemanusiaan. Ia memperingatkan bahwa jika AS tidak segera membalikkan kebijakan ini, dunia akan menghadapi “kerugian generasi” dalam perjuangan melawan penyakit menular dan kemiskinan ekstrem.

Sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #BillGates #DonaldTrump #KrisisKemanusiaan #PEPFAR #Gavi #BantuanInternasional #KesehatanGlobal #GatesFoundation #HIVAnak #JurnalPelopor
Previous Post

Jepang Terancam Megaquake, Bisa Tewaskan 298.000 Jiwa

Next Post

Bahlil: Bea Keluar Batu Bara Bisa, Asal Tidak Bebani Pengusaha

musa

musa

Related Posts

eropa
World

Eropa Paling Ramah Libur, Pekerja Dapat 33 Hari Cuti

19/01/2026
greenland
World

Momen Krusial Greenland, Pernyataan Tegas PM Denmark

13/01/2026
google
World

Laporkan Pelecehan, Pegawai Google Malah Dipecat

12/01/2026
ekspor
World

Maduro Dibui, Ekspor Minyak Venezuela ke AS Mulai Dibahas

07/01/2026
kolombia
World

Demi Kedaulatan, Presiden Kolombia Tantang AS dengan Senjata

07/01/2026
lahan
World

Lahan Strategis 500 Meter dari Masjidil Haram Dimenangkan RI

07/01/2026
Next Post
batu bara

Bahlil: Bea Keluar Batu Bara Bisa, Asal Tidak Bebani Pengusaha

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.