Jurnal Pelopor — Tokoh teknologi dan filantropi dunia, Bill Gates, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Gates menyesalkan kebijakan pemerintahan Trump yang memangkas drastis anggaran bantuan luar negeri, yang selama ini menyelamatkan jutaan jiwa di negara-negara berkembang.
“Dampak bencana dari pemotongan ini sepenuhnya bisa dicegah. Dan masih belum terlambat untuk membalikkan keadaan,” tegas Gates, Senin (14/7/2025).
Kritik tersebut merespons laporan terbaru mengenai krisis pasokan obat HIV untuk anak-anak di Afrika, yang disebut sudah tidak dikirimkan dalam beberapa bulan terakhir. Lebih parah lagi, tabung oksigen untuk bayi dan obat-obatan untuk penyakit menular seksual juga dilaporkan mulai langka.
PEPFAR dan Gavi Jadi Korban, Pasokan Obat Tersendat
Gates secara khusus menyesalkan pemotongan terhadap program PEPFAR (President’s Emergency Plan for AIDS Relief) dan penghentian dukungan AS untuk aliansi vaksin global Gavi, yang keduanya berperan penting dalam memerangi HIV, AIDS, dan penyakit menular lainnya. Kedua inisiatif tersebut selama ini mendapat sokongan besar dari Gates Foundation.
“Ini bukan hanya soal salah langkah kebijakan. Ini adalah kesalahan moral,” kata Gates dalam pidatonya di Ethiopia bulan lalu.
Sebagai pendiri Gates Foundation, Gates menyebut pemangkasan dana secara tiba-tiba telah mengacaukan rantai distribusi obat-obatan, menciptakan kekosongan yang mengancam nyawa banyak orang terutama anak-anak dan perempuan hamil di negara-negara miskin.
USAID Dibubarkan, Bantuan Kemanusiaan Diperketat
Kebijakan Trump juga mencakup pembubaran USAID pada akhir Juni 2025, yang lantas dilebur ke dalam Departemen Luar Negeri. Menlu AS Marco Rubio menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan kini akan “lebih terarah dan dibatasi waktu”. Namun, keputusan ini justru memicu reaksi negatif di komunitas global.
Diketahui, Rubio bahkan menolak bertemu dengan Bill Gates sejak menjabat awal tahun ini. Sebelumnya, Gates sempat menghadiri makan malam dengan Trump di Mar-a-Lago pada Desember lalu, namun hubungan keduanya tampak memburuk sejak perubahan kebijakan besar-besaran ini.
Kematian Mulai Terjadi, Gates Tak Tinggal Diam
Pekan lalu, Gates dengan nada tegas menyatakan bahwa kematian akibat pemangkasan bantuan luar negeri sudah terjadi. Ia juga mengumumkan telah menyumbangkan US$ 50 juta untuk mendukung kampanye calon presiden Partai Demokrat Kamala Harris, sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan Trump.
Kritik Gates semakin menegaskan posisi dirinya sebagai penjaga moralitas global dalam isu-isu kesehatan dan kemanusiaan. Ia memperingatkan bahwa jika AS tidak segera membalikkan kebijakan ini, dunia akan menghadapi “kerugian generasi” dalam perjuangan melawan penyakit menular dan kemiskinan ekstrem.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:







