Jurnal Pelopor — Mantan istri pendiri Microsoft, Bill Gates, Melinda French Gates, akhirnya buka suara terkait namanya kembali terseret dalam pusaran Epstein Files, menyusul munculnya klaim sensitif yang mengaitkan Bill Gates dengan dugaan penyakit menular seksual dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ).
Pengakuan Melinda yang Membuka Luka Lama
Melinda French Gates mengaku terpukul dengan kembali mencuatnya detail-detail baru terkait Jeffrey Epstein, termasuk klaim yang menyebut mantan suaminya tertular penyakit menular seksual dari perempuan asal Rusia. Dalam wawancara podcast bersama NPR yang dikutip BBC International, Melinda menyebut tuduhan tersebut membangkitkan kenangan pahit selama masa pernikahannya dengan Bill Gates.
Ia mengatakan setiap kali dokumen Epstein kembali dipublikasikan, luka lama yang belum sepenuhnya sembuh kembali terbuka. Menurut Melinda, rasa sakit itu bukan sekadar persoalan publikasi nama, melainkan dampak emosional dari relasi yang penuh konflik di masa lalu.
Dorongan agar Pihak Terkait Bertanggung Jawab
Dalam pernyataannya, Melinda menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang seharusnya menjawab pertanyaan publik terkait Epstein Files. Ia menyebut semua klarifikasi harus datang langsung dari individu-individu yang namanya tercantum dalam dokumen tersebut, termasuk Bill Gates.
Ia juga menyatakan kelegaannya karena kini telah menjauh dari “kekacauan” yang selama bertahun-tahun membayangi kehidupan pribadinya. Melinda menekankan pentingnya akuntabilitas moral dan hukum bagi siapa pun yang terlibat dalam jaringan Epstein.
Email Epstein dan Klaim Kontroversial
Nama Bill Gates kembali mencuat setelah rilis lebih dari tiga juta dokumen Epstein Files oleh DOJ. Salah satu email tertanggal 18 Juli 2013 yang diduga ditulis Epstein menyebut permintaan obat untuk Bill Gates guna “mengatasi konsekuensi dari hubungan seks dengan gadis-gadis Rusia”.
Dalam email lain, Epstein bahkan mengklaim bahwa Gates berusaha menutupi dugaan infeksi menular seksual, termasuk dari Melinda yang kala itu masih menjadi istrinya. Klaim tersebut belum pernah diverifikasi secara independen, namun cukup untuk memicu kontroversi besar di ruang publik.
Bantahan Bill Gates dan Sikap Resmi
Bill Gates dan perwakilannya kembali menegaskan bantahan lama terkait hubungannya dengan Epstein. Gates menyatakan relasinya dengan Epstein terbatas pada beberapa pertemuan makan malam untuk membahas proyek filantropi yang pada akhirnya tidak pernah terealisasi.
Juru bicara Gates menyebut email-email tersebut mencerminkan frustrasi Epstein setelah hubungan mereka terputus. Epstein disebut berupaya menjebak dan mencemarkan nama baik Gates setelah tidak lagi memiliki akses ke lingkaran filantropi Gates.
Dampak pada Pernikahan dan Perceraian
Media Amerika Serikat sebelumnya melaporkan bahwa hubungan Bill Gates dengan Epstein menjadi salah satu faktor utama retaknya rumah tangga pasangan tersebut. Melinda disebut telah lama merasa tidak nyaman dengan kedekatan suaminya dengan Epstein sebelum perceraian mereka diumumkan pada 2021, setelah 27 tahun menikah.
Tak lama setelah perceraian, Bill Gates juga mengakui pernah berselingkuh dengan seorang karyawan Microsoft pada 2019, pengakuan yang semakin memperkuat sorotan publik terhadap kehidupan pribadinya.
Epstein Files dan Bayang-bayang Elite Global
Perilisan Epstein Files membuka kembali jaringan luas Jeffrey Epstein yang melibatkan selebriti, pengusaha besar, hingga pemimpin dunia. Epstein sendiri telah divonis pada 2008 atas kasus kejahatan seksual terhadap anak dan meninggal dunia di sel penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks.
Kini, seiring terus dibukanya dokumen-dokumen tersebut, satu pertanyaan besar kembali mengemuka: sejauh mana kebenaran klaim dalam Epstein Files, dan siapa saja yang benar-benar akan dimintai pertanggungjawaban?
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







