• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Berubah Sikap, Pemimpin Sementara Venezuela Siap Gandeng AS

Delcy Rodriguez buka peluang kerja sama AS, menandai perubahan sikap Venezuela pascapenangkapan Nicolas Maduro.

musa by musa
06/01/2026
in World
0
venezuela
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor  –  Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, secara mengejutkan menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat terkait masa depan negaranya. Pernyataan ini menandai perubahan sikap signifikan, hanya beberapa hari setelah ia mengecam keras operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui kanal Telegram pada Senin (5/1/2026), Rodriguez menyebut pemerintahannya memprioritaskan upaya membangun hubungan yang seimbang dan saling menghormati dengan Washington. Ia bahkan secara terbuka mengundang pemerintah AS untuk bekerja sama dalam agenda pembangunan bersama.

Langkah ini segera menarik perhatian internasional, mengingat Venezuela dan Amerika Serikat telah lama terlibat ketegangan politik, ekonomi, dan diplomatik selama lebih dari satu dekade.

Dari Kecaman ke Ajakan Kerja Sama

Sikap Rodriguez ini bertolak belakang dengan pidatonya beberapa hari sebelumnya. Setelah diangkat sebagai presiden sementara oleh Mahkamah Agung Venezuela pada Sabtu (3/1/2026), Rodriguez mengecam keras penangkapan Maduro sebagai tindakan ilegal dan pelanggaran hukum internasional.

Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, ia bahkan menegaskan kesetiaan penuh kepada Maduro dan menyebut bahwa hanya Maduro yang sah sebagai presiden Venezuela. Retorika keras tersebut mempertegas sikap konfrontatif Caracas terhadap Washington.

Namun, hanya dalam hitungan hari, nada tersebut berubah drastis. Rodriguez kini membuka ruang dialog dan menyampaikan kesiapan untuk bekerja sama dengan AS, sebuah langkah yang dinilai sebagai upaya meredam eskalasi konflik dan menjaga stabilitas politik serta ekonomi Venezuela.

Reaksi Keras Donald Trump

Perubahan sikap Rodriguez tidak serta-merta meredakan ketegangan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, justru merespons dengan pernyataan bernada ancaman. Dalam wawancara dengan media AS, Trump menegaskan bahwa Rodriguez harus “melakukan hal yang benar” jika tidak ingin menghadapi konsekuensi berat.

Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan serangan lanjutan terhadap Venezuela dan tidak menutup opsi pengerahan pasukan darat. Ia juga kembali menegaskan dominasi AS di kawasan tersebut, pernyataan yang memicu kekhawatiran komunitas internasional.

Pernyataan Trump memperlihatkan bahwa meski ada sinyal kerja sama dari Caracas, jalur diplomasi masih dibayangi tekanan militer dan politik.

Bayang-Bayang Kasus Nicolas Maduro

Di sisi lain, perhatian dunia masih tertuju pada proses hukum yang dihadapi Nicolas Maduro di Amerika Serikat. Mantan presiden Venezuela itu dijadwalkan hadir di pengadilan federal New York untuk menghadapi sejumlah dakwaan berat, termasuk perdagangan narkoba dan pencucian uang.

Sejumlah analis membandingkan kasus Maduro dengan nasib mantan Presiden Panama, Manuel Noriega, yang ditangkap pasukan AS pada 1990. Noriega akhirnya menghabiskan sisa hidupnya berpindah dari satu penjara ke penjara lain hingga meninggal pada 2017.

Perbandingan ini memperkuat kekhawatiran bahwa Maduro akan menghadapi perjalanan hukum panjang di luar negaranya.

Masa Depan Venezuela di Persimpangan

Pernyataan Delcy Rodriguez membuka babak baru dalam krisis Venezuela. Di satu sisi, kerja sama dengan AS berpotensi membuka kembali akses ekonomi, terutama sektor energi. Namun di sisi lain, tekanan politik dan militer dari Washington tetap menjadi ancaman nyata.

Dunia kini menanti, apakah perubahan sikap ini menjadi awal stabilisasi Venezuela atau justru memperdalam ketidakpastian politik di kawasan Amerika Latin. Menurut Anda, apakah langkah Rodriguez akan membawa Venezuela keluar dari krisis berkepanjangan?

Sumber: Kompas.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Venezuela #AmerikaSerikat #DelcyRodriguez #Maduro #Diplomasi #PolitikGlobal #Internasional
Previous Post

Nicolas Maduro Buka Pengakuan di Sidang Perdana AS

Next Post

Gegara Aksi Brutal, Pemain Liga 4 Jatim Dihukum Seumur Hidup

musa

musa

Related Posts

greenland
World

Momen Krusial Greenland, Pernyataan Tegas PM Denmark

13/01/2026
google
World

Laporkan Pelecehan, Pegawai Google Malah Dipecat

12/01/2026
ekspor
World

Maduro Dibui, Ekspor Minyak Venezuela ke AS Mulai Dibahas

07/01/2026
kolombia
World

Demi Kedaulatan, Presiden Kolombia Tantang AS dengan Senjata

07/01/2026
lahan
World

Lahan Strategis 500 Meter dari Masjidil Haram Dimenangkan RI

07/01/2026
nicolas
World

Nicolas Maduro Buka Pengakuan di Sidang Perdana AS

06/01/2026
Next Post
jatim

Gegara Aksi Brutal, Pemain Liga 4 Jatim Dihukum Seumur Hidup

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.