• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Olahraga

Benfica vs Madrid: Pulangnya Mourinho ke Rumah Lama

Undian Liga Champions mempertemukan Benfica dan Real Madrid, membawa Jose Mourinho kembali ke Santiago Bernabeu penuh emosi.

musa by musa
31/01/2026
in Jurnal
0
mourinho
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Undian fase play-off gugur Liga Champions 2025/2026 kembali mempertemukan Benfica dengan Real Madrid. Pertemuan ini langsung menyedot perhatian publik sepak bola Eropa, bukan hanya karena status kedua klub, tetapi juga karena sosok Jose Mourinho yang akan kembali melangkahkan kaki ke Santiago Bernabeu dengan perasaan campur aduk, antara nostalgia dan tantangan besar.

Duel Ulangan yang Sarat Emosi

Laga ini bukan sekadar pertemuan biasa. Benfica dan Real Madrid baru saja menciptakan salah satu pertandingan paling dramatis di fase liga. Saat itu, Benfica secara mengejutkan menaklukkan Real Madrid dengan skor 4-2 di Estadio da Luz. Kemenangan tersebut bukan hanya bersejarah, tetapi juga krusial karena memastikan Benfica lolos ke play-off sebagai tim peringkat terakhir yang berhak melaju.

Gol penentuan yang dicetak pada menit-menit akhir, bahkan melibatkan sang penjaga gawang, menjadi simbol keberanian dan semangat kolektif tim asal Portugal itu. Kini, cerita berlanjut ke dua leg hidup-mati yang akan menentukan siapa yang pantas melangkah ke babak 16 besar.

Mourinho dan Kenangan Bernabeu

Bagi Jose Mourinho, laga ini memiliki makna personal. Ia bukan sosok asing bagi Real Madrid. Stadion Santiago Bernabeu pernah menjadi panggung utama kariernya, tempat ia merasakan tekanan, ambisi, dan tuntutan tertinggi sebagai pelatih.

Namun kali ini, Mourinho datang sebagai penantang. Alih-alih beban, ia justru menyambut duel ini dengan rasa senang. Baginya, kembali ke Madrid berarti bertemu wajah-wajah lama dan menguji hasil kerja keras tim yang sedang ia bangun di Benfica.

Mourinho secara terbuka mengakui kualitas Real Madrid sebagai kandidat juara Liga Champions. Ia juga realistis menempatkan Benfica sebagai tim yang tidak diunggulkan. Meski begitu, ia menekankan bahwa sepak bola selalu memberi ruang bagi kejutan, terutama jika tim bermain sebagai satu kesatuan.

Tantangan Berat Dua Leg

Berbeda dengan laga satu pertandingan, fase play-off dua leg menuntut konsistensi, disiplin, dan ketahanan mental. Mourinho menyadari sepenuhnya bahwa mengulang kemenangan atas Real Madrid tidak akan mudah. Apalagi, tim asal Spanyol itu dikenal memiliki mental juara yang kuat di kompetisi Eropa.

Meski demikian, pelatih asal Portugal tersebut menegaskan bahwa Benfica tidak akan mengubah identitasnya. Mereka tetap akan bersaing, tetap berani menekan, dan tetap percaya pada kerja tim. Bagi Mourinho, kekalahan atau kemenangan bukan soal individu, melainkan proses membangun fondasi jangka panjang.

Benfica dan Mimpi yang Terus Dijaga

Bagi Benfica, lolos ke fase play-off saja sudah menjadi pencapaian penting. Namun kemenangan atas Real Madrid sebelumnya telah mengangkat kepercayaan diri skuad. Mereka kini membawa mimpi lebih besar, meski sadar jalan yang dilalui penuh rintangan.

Dukungan suporter, pengalaman Mourinho, serta semangat pemain muda menjadi kombinasi yang membuat Benfica tak bisa dipandang sebelah mata. Di sisi lain, Real Madrid tentu datang dengan misi membalas kekalahan dan menegaskan statusnya sebagai raksasa Eropa.

Sepak Bola dan Takdir yang Berulang

Pertemuan ini seperti potongan takdir yang berulang. Mourinho kembali ke kota lama, Benfica kembali menghadapi lawan yang sama, dan Liga Champions kembali menghadirkan cerita tentang keberanian melawan dominasi.

Kini, pertanyaannya bukan hanya soal siapa yang akan lolos. Apakah Benfica mampu kembali membuat kejutan, atau Real Madrid akan menunjukkan kelasnya sebagai penguasa Eropa? Semua akan terjawab di dua malam yang penuh tensi dan emosi.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #LigaChampions #RealMadrid #Benfica #JoseMourinho #UCL2026 #SepakBolaEropa
Previous Post

Tak Terbendung, Emas Antam Resmi Masuk Era Rp3 Juta

Next Post

Serius Tatap Putaran Kedua, Persis Solo Boyong Penyerang Brasil

musa

musa

Related Posts

sudan
World

Sudan Sekarat! Kelaparan Akut Kini Meluas ke Darfur Utara.

07/02/2026
china
World

AS & China Bersatu Lawan 35 Negara di KTT Spanyol.

07/02/2026
pandji
Nasional

10 Jam Diperiksa Polisi, Begini Kata Pandji Pragiwaksono

07/02/2026
msf
World

Rumah Sakit MSF Dibom, Perang Sudan Selatan Kian Brutal

06/02/2026
genosida
Nasional

Pakai KUHP Baru, Genosida Israel Dilaporkan ke Kejagung

06/02/2026
hector souto
Olahraga

Tak Mau Disanjung, Hector Souto Serahkan Panggung ke Pemain

06/02/2026
Next Post
persis

Serius Tatap Putaran Kedua, Persis Solo Boyong Penyerang Brasil

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.