• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Benarkah Putri Sultan HB X Siap Jadi Penerus Takhta Yogyakarta?

Isu suksesi di Keraton Yogyakarta memanas usai Sultan HB X buka peluang perempuan jadi pemimpin. GKR Mangkubumi disebut calon kuat.

musa by musa
29/10/2025
in Nasional
0
Yogyakarta
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor –  Isu suksesi di Keraton Yogyakarta kembali mencuat setelah Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan pernyataan mengejutkan soal peluang perempuan memimpin Keraton. Dalam sebuah forum, Sultan menyampaikan bahwa perempuan sepenuhnya memungkinkan untuk terlibat dalam proses regenerasi kepemimpinan di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Sultan HB X: Republik Tidak Bedakan Gender

Sultan menegaskan bahwa sebagai bagian dari Republik Indonesia, Keraton juga harus mengikuti prinsip kesetaraan yang dijunjung tinggi dalam konstitusi.

“Saya di MK bicara soal wanita bisa jadi bagian dari regenerasi di Keraton. Republik tidak membedakan laki-laki dan perempuan, kenapa saya harus membedakan? Zaman sudah berubah,” ujar Sultan.

Pernyataan ini menandai langkah berani Sultan HB X untuk membuka wacana perubahan terhadap tradisi patriarkal yang selama berabad-abad mengakar di Keraton Yogyakarta.

Tradisi dan Paugeran Jadi Tantangan

Meski demikian, perubahan tersebut bukan hal mudah. Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Mada Sukmajati, menyebut ada tiga faktor utama yang akan menentukan arah suksesi Keraton: paugeran (aturan adat), sabda raja, dan Undang-undang Keistimewaan Yogyakarta.

Menurut Mada, paugeran selama ini menegaskan bahwa Sultan selalu berasal dari garis laki-laki. Namun, sabda raja yang dikeluarkan Sultan HB X pada 2015 mengubah arah itu. Dalam sabda tersebut, GKR Pembayun diangkat menjadi Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng ing Mataram—gelar yang sebelumnya hanya dipegang oleh laki-laki.

“Sabda Raja punya kekuatan kultural setara dengan paugeran, tapi masih jadi perdebatan apakah bisa menggantikan aturan lama,” jelas Mada.

UU Keistimewaan dan Isu Kesetaraan

Mada juga menyoroti Undang-undang Keistimewaan Yogyakarta yang menjadi dasar hukum jabatan gubernur dan wakil gubernur DIY. Sejak 2017, Mahkamah Konstitusi telah menghapus kata “istri” dari pasal tersebut karena dianggap diskriminatif terhadap perempuan.

“Keputusan itu membuka ruang kesetaraan. Jadi secara hukum, tidak ada larangan perempuan menjadi Gubernur DIY,” ujar Mada.

Ia menilai Sultan HB X kini sedang menyiapkan skenario suksesi pasca-kepemimpinannya agar transisi berjalan mulus tanpa konflik internal seperti yang pernah terjadi di Keraton Surakarta.

Raja Perempuan Bukan Hal Tabu

Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Ane Permatasari, menegaskan bahwa sejarah Nusantara mencatat banyak raja perempuan yang memimpin kerajaan Islam dengan penuh wibawa.

“Tidak sedikit dari mereka yang menjadi pahlawan nasional. Jadi, raja perempuan bukan hal tabu,” ujar Ane.

Namun, ia mengingatkan bahwa konteks Yogyakarta memiliki kekhasan tersendiri. Belum pernah ada raja perempuan di Keraton Yogya, dan paugeran lama masih dianggap “mengikat”.

“Kalau perempuan naik takhta, bisa saja muncul gejolak. Tapi kuncinya ada di tangan Sultan sendiri apakah siap mengubah persepsi itu,” tambahnya.

Ane juga menegaskan bahwa dari sisi Islam, kepemimpinan perempuan bukan hal terlarang.

“Selama memiliki kapasitas dan akhlak kepemimpinan, perempuan bisa memimpin. Itu sesuai semangat Islam yang menilai manusia dari takwanya, bukan gender,” ujarnya.

Kode untuk GKR Mangkubumi

Pengamat politik UGM, Bayu Dardias, menilai pernyataan Sultan HB X jelas mengarah pada dukungan kepada GKR Mangkubumi, putri sulungnya.

“Beliau konsisten sejak Sabda Raja 2015. Itu sinyal kuat bahwa GKR Mangkubumi disiapkan jadi penerus,” ungkap Bayu.

Bayu mengungkapkan, Sultan sering menggunakan istilah “laku lakon” —yang bermakna bahwa pemimpin sejati akan diuji lewat perjalanan dan tanggung jawab.

“Artinya, jika GKR Mangkubumi siap menanggung amanah itu, maka jalan suksesi sudah terbuka,” lanjutnya.

Suksesi Bersejarah di Ujung Masa

Kini, Keraton Yogyakarta berada di persimpangan sejarah. Apakah tradisi berabad-abad akan beradaptasi dengan zaman? Ataukah paugeran lama tetap dijaga tanpa perubahan?

Satu hal yang pasti, pernyataan Sultan HB X bukan sekadar wacana. Ia adalah pesan simbolik bahwa perubahan bisa dimulai dari dalam Keraton sendiri.

Sumber: CNN Indonesia

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #KeratonYogyakarta #SultanHBX #GKRmangkubumi #SuksesiKeraton #Yogyakarta #BudayaJawa #KesetaraanGender #SabdaRaja #BeritaTerkini
Previous Post

Nasib Persija: Main di Manahan, Penonton Dilarang Masuk!

Next Post

Kabar Baik! Kak Seto Pulih Setelah Alami Stroke Ringan

musa

musa

Related Posts

haji
Nasional

Kasus Kuota Haji, KPK Hentikan Pencekalan Pemilik Maktour.

20/02/2026
makan bergizi gratis
Nasional

Mitra Makan Bergizi Gratis Diguyur Insentif Rp 6 Juta Sehari.

20/02/2026
jcc
Nasional

Batik Miliaran di JCC Hilang! Polisi Akhirnya Tangkap 3 Pelaku.

17/02/2026
Lucky
Nasional

Lucky Widja Element Berpulang, Kenangan Lagu Tak Terlupakan

26/01/2026
keraton
Nasional

Konflik Keraton Memanas, Ancaman Gugatan PTUN

19/01/2026
ferry irawan
Nasional

Di Balik Tragedi Pesawat ATR, Kisah Ferry Irawan

19/01/2026
Next Post
stroke

Kabar Baik! Kak Seto Pulih Setelah Alami Stroke Ringan

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.