• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

BBM Subsidi Berpotensi Naik, Imbas Harga Minyak Dunia

Pemerintah membuka kemungkinan penyesuaian harga BBM subsidi jika lonjakan harga minyak dunia terus menekan APBN Indonesia.

musa by musa
07/03/2026
in Jurnal
0
BBM Subsidi Berpotensi Naik, Imbas Harga Minyak Dunia
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Pemerintah membuka kemungkinan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi apabila lonjakan harga minyak dunia terus berlanjut dan mulai memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah ini dipertimbangkan sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai simulasi untuk menghitung dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap kondisi fiskal nasional. Dari perhitungan tersebut, kenaikan harga minyak yang signifikan dapat menyebabkan defisit anggaran meningkat.

Defisit Berpotensi Naik

Purbaya menjelaskan, apabila harga minyak dunia rata-rata mencapai sekitar 92 dolar AS per barel, maka defisit anggaran berpotensi meningkat cukup tajam jika tidak ada kebijakan penyesuaian dari pemerintah.

“Kalau harga minyak naik ke 92 dolar AS per barel, apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa defisit kita bisa naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” ujar Purbaya saat menghadiri acara buka bersama wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Angka tersebut berada di atas batas yang selama ini dijaga pemerintah, yakni defisit maksimal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar kondisi fiskal tetap sehat.

Opsi Kenaikan BBM Subsidi

Salah satu opsi yang dipertimbangkan pemerintah adalah melakukan penyesuaian harga BBM subsidi jika tekanan terhadap APBN semakin besar. Menurut Purbaya, langkah ini bisa dilakukan sebagai bentuk pembagian beban antara pemerintah dan masyarakat apabila subsidi energi tidak lagi mampu ditanggung sepenuhnya oleh anggaran negara.

“Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain, ya kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM kalau memang diperlukan,” jelasnya.

Namun demikian, pemerintah masih akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan tersebut, termasuk dampaknya terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

Realokasi dan Penghematan Belanja

Selain membuka kemungkinan kenaikan harga BBM subsidi, pemerintah juga menyiapkan langkah lain berupa realokasi belanja negara. Program-program yang dinilai belum mendesak atau tidak memiliki dampak langsung terhadap masyarakat berpotensi ditunda atau dipindahkan pelaksanaannya ke tahun berikutnya.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan tetap memprioritaskan belanja yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti program perlindungan sosial dan pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, pengeluaran lain seperti pengadaan barang atau proyek tertentu yang tidak mendesak dapat ditunda sementara waktu.

Geopolitik Picu Lonjakan Harga Energi

Lonjakan harga minyak dunia saat ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Salah satu pemicu utamanya adalah penghentian operasional kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco setelah terjadi serangan drone di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Iran.

Gangguan terhadap fasilitas energi strategis tersebut memicu kekhawatiran pasar global terhadap pasokan minyak, sehingga mendorong harga energi naik secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini membuat banyak negara, termasuk Indonesia, harus bersiap menghadapi dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi, subsidi energi, dan stabilitas fiskal. Pemerintah pun terus memantau perkembangan situasi global sebelum menentukan kebijakan lanjutan terkait harga BBM di dalam negeri.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #BBM #HargaMinyak #APBN #EkonomiIndonesia #SubsidiEnergi #KebijakanPemerintah #Energi
Previous Post

Biodiesel B50 Dinilai Beratkan Subsidi, Industri Sawit Bereaksi

musa

musa

Related Posts

biodiesel b50
Nasional

Biodiesel B50 Dinilai Beratkan Subsidi, Industri Sawit Bereaksi

07/03/2026
nabilah
Nasional

Kasus Nabilah O’Brien Bergulir ke DPR, RDP Segera Digelar

07/03/2026
all england
Olahraga

Perempatfinal All England 2026: Putri KW Takluk dari An Se-young

07/03/2026
gedung putih
Olahraga

Undangan Donald Trump ke Gedung Putih, Beckham Tidak Muncul

07/03/2026
nuklir
World

Sama-Sama Punya Nuklir, Mengapa Korea Utara Tidak diserang?

06/03/2026
mamah dedeh
Nasional

Bukber di Istana! Mamah Dedeh dan Buya Yahya Turut Hadir

06/03/2026
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.