• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Batu Bara Dorong Ekonomi RI, Tapi Ancaman di Depan Mata!

Indonesia masih jadi eksportir batu bara termal terbesar dunia, sumbang 3,6% PDB, namun dihadapkan pada tantangan transisi energi.

musa by musa
18/06/2025
in Nasional
0
batu bara
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Indonesia hingga kini menyandang status sebagai eksportir batu bara termal terbesar di dunia. Komoditas ini tak hanya menopang pendapatan negara, tapi juga menjadi tulang punggung ekspor dan penyedia lapangan kerja bagi jutaan rakyat. Dalam laporan Energy Shift Institute (ESI) bertajuk “Coal in Indonesia: Paradox of Strength and Uncertainty”, batu bara disebut masih menyumbang sekitar 3,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Menurut Hazel Ilango, Principal dan Pemimpin Kajian Transisi Batu Bara di ESI,

“Tidak mengherankan jika batu bara menjadi mesin utama ekonomi Indonesia. Ia menyumbang besar terhadap pendapatan nasional, khususnya di daerah penghasil.”

Kontribusi Raksasa di Daerah Tambang

Laporan tersebut mengungkap bahwa kontribusi batu bara bahkan lebih mencolok di daerah. Di Kalimantan Timur, sektor ini menyumbang hingga 40% dari PDRB daerah. Di Sumatra Selatan kontribusinya 25%, dan di Kalimantan Selatan mencapai 15%. Artinya, ekonomi daerah-daerah ini sangat rentan bila harga atau permintaan batu bara anjlok.

Tak hanya itu, sektor pertambangan dan jasa batu bara juga tercatat menghasilkan laba bersih sebesar US$ 31,4 miliar dalam kurun waktu 2019–2023, menjadikannya industri paling menguntungkan setelah perbankan.

Produksi Meroket, Tembus Rekor Baru

Terlepas dari tren global yang mengarah pada penurunan konsumsi energi fosil, produksi batu bara Indonesia justru terus meningkat. Tahun 2024 menjadi tonggak penting, dengan produksi nasional mencapai 836 juta ton, naik 7,9% dari 2023.

Namun, Hazel mengingatkan bahwa tingginya laba dan produksi saat ini bisa jadi bersifat sementara.

“Lonjakan keuntungan dalam beberapa tahun terakhir adalah dampak dari harga pasar yang sempat tinggi akibat krisis energi global. Tapi tren itu tidak akan abadi,” ujarnya.

Harga Mulai Turun, Risiko Menghantui

Sejak 2022, harga batu bara telah turun lebih dari setengahnya, meskipun masih berada di atas level sebelum pandemi. Fenomena ini menjadi peringatan bahwa periode emas bisa segera berakhir. Bila negara terlalu bergantung pada komoditas ini, maka risiko fiskal dan ekonomi bisa meningkat dalam jangka panjang.

“Perlu ada transisi energi yang lebih jelas dan terarah agar ekonomi Indonesia tidak terjebak dalam ketergantungan terhadap komoditas yang tidak berkelanjutan,” tambah Hazel.

Paradoxs: Kekuatan Ekonomi yang Rentan

Judul laporan ESI yang menyebut coal sebagai “paradoks kekuatan dan ketidakpastian” mencerminkan dilema besar yang dihadapi Indonesia. Di satu sisi, sektor ini masih sangat kuat dan dominan. Namun di sisi lain, ketidakpastian masa depan energi fosil, perubahan iklim, serta dorongan global menuju energi hijau bisa melemahkan ketahanan ekonomi Indonesia jika tak disiapkan sejak dini.

Penutup: Waktunya Menyusun Ulang Strategi

Indonesia kini berada di persimpangan jalan. Di tengah tekanan transisi energi global, pemerintah perlu memikirkan langkah jangka panjang. Diversifikasi ekonomi, pengembangan energi baru dan terbarukan, serta investasi di sektor berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak.

Sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?

Tags: #BatuBara #EksporIndonesia #EnergiFosil #TransisiEnergi #PDBIndonesia #EnergyShift #ESIReport #EkonomiNasional #Indonesia #JurnalPelopor
Previous Post

Saudia Airlines Mendarat Darurat karena Ancaman Bom, Tapi Nihil!

Next Post

Pengacara Tom Lembong Walk Out Gara-Gara Saksi Fiktif?

musa

musa

Related Posts

prabowo
Nasional

Soal Laporan Palsu, Prabowo: Jangan Coba Main-main!

12/03/2026
sppg
Nasional

1.512 SPPG Disetop, DPR Nilai Pemerintah Serius Benahi MBG

12/03/2026
haji
Nasional

Kasus Kuota Haji, KPK Hentikan Pencekalan Pemilik Maktour.

20/02/2026
makan bergizi gratis
Nasional

Mitra Makan Bergizi Gratis Diguyur Insentif Rp 6 Juta Sehari.

20/02/2026
jcc
Nasional

Batik Miliaran di JCC Hilang! Polisi Akhirnya Tangkap 3 Pelaku.

17/02/2026
Lucky
Nasional

Lucky Widja Element Berpulang, Kenangan Lagu Tak Terlupakan

26/01/2026
Next Post
pengacara

Pengacara Tom Lembong Walk Out Gara-Gara Saksi Fiktif?

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.