Jurnal Pelopor – Misteri hilangnya koleksi kain dan batik tulis senilai miliaran rupiah dalam pameran di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, akhirnya terungkap. Polsek Metro Tanah Abang berhasil membongkar motif di balik aksi nekat tiga pelaku yang berhasil menggasak barang berharga senilai Rp 1,37 miliar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tekanan finansial menjadi alasan utama para tersangka melakukan aksi kriminal tersebut.
Motif Ekonomi dan Rekam Jejak Pelaku
Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengonfirmasi bahwa motif utama para pelaku adalah faktor ekonomi. Menariknya, aksi ini bukanlah yang pertama kali bagi komplotan tersebut. Mereka diketahui sudah dua kali beraksi di lokasi yang sama, yakni JCC.
“Sudah dua kali, termasuk yang terakhir ini dan keduanya di JCC,” ujar Dhimas, Senin (16/2/2026).
Dalam aksi pertamanya, mereka menggasak kain bahan dengan nilai kerugian mencapai Rp 100 juta.
Identitas Tersangka: Pertemanan Satu Daerah
Polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni seorang perempuan bernama Ledy Dwanty Naema Koen, serta dua rekan prianya, Krisantus Nomleni dan Gelbeth Juliana Yunus. Ketiganya diketahui merupakan teman akrab yang berasal dari daerah yang sama.
Atas perbuatannya, mereka kini mendekam di tahanan dan dijerat dengan Pasal 477 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan.
Kronologi Pengungkapan Kasus
Aksi pencurian ini mulai terendus setelah korban membuat laporan resmi pada Rabu (4/2/2026). Berikut adalah linimasa pengungkapannya:
-
Rabu, 4 Februari: Korban menyadari barangnya hilang sekitar pukul 08.00 WIB dan melapor ke polisi siang harinya dengan total kerugian mencapai Rp 1,37 miliar.
-
Penyelidikan CCTV: Polisi langsung bergerak cepat memeriksa rekaman kamera pengawas di lokasi pameran JCC untuk mengidentifikasi wajah para pelaku.
-
Kamis, 12 Februari: Tim buser berhasil membekuk ketiga tersangka di lokasi yang berbeda-beda. Dalam penangkapan tersebut, polisi juga menemukan dua kontainer berisi kain hasil curian.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi penyelenggara pameran berskala besar untuk terus memperketat sistem keamanan, terutama terhadap barang-barang bernilai seni tinggi yang memiliki nilai ekonomi sangat besar.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







