• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Lokal Daerah

Batas Akhir 13 November, DPRD Bojonegoro Desak KPUK Turun Jika Tak Mampu Gelar Debat Pilkada

musa by musa
08/11/2024
in Lokal Daerah
0
Batas Akhir 13 November, DPRD Bojonegoro Desak KPUK Turun Jika Tak Mampu  Gelar Debat Pilkada

PENYELENGGARA PILKADA: Komisioner KPUK dan Bawaslukab Bojonegoro di ruang Komisi A DPRD kemarin. Sebagai penyelenggara Pilkada 2024 diharapkan segera menggelar debat. (Foto: RADAR BOJOENGORO)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bojonegoro – Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bojonegoro 2024 diwarnai masalah, setelah dua kali gagal menggelar debat kandidat. Meski sudah dianggarkan sekitar Rp 81 miliar dalam APBD, debat yang seharusnya berlangsung pada 19 Oktober dan 1 November 2024 batal terlaksana. DPRD Bojonegoro, melalui Wakil Ketua Komisi A Choirul Anam, memberi ultimatum pada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro untuk menggelar debat terakhir pada 13 November. Jika gagal, DPRD meminta komisioner KPUK Bojonegoro mengajukan surat pengunduran diri.

“Jika 13 November batal digelar, saya minta kelima komisioner pada 14 November untuk membuat surat pengunduran diri, semua siap?,” tanya Irul.

Dilansir dari RadarBojonegoro, Menurut Choirul Anam, KPUK harus berani mengambil risiko untuk memastikan debat ini berjalan sesuai jadwal. Sementara itu, Ariel Sharon, Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan KPUK Bojonegoro, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan dan keterlambatan pelaksanaan debat. Ariel menjelaskan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan risiko terkecil dalam pelaksanaan debat dan terus berkoordinasi dengan KPU Jatim.

Ariel juga menambahkan bahwa jumlah debat yang awalnya direncanakan tiga kali akan dikurangi menjadi dua kali. Meskipun demikian, dia memastikan esensi debat tetap terjaga, dan pihaknya sedang bernegosiasi untuk memperpanjang durasi waktu debat agar dapat dinikmati masyarakat dan dimanfaatkan secara optimal oleh para pasangan calon.

Previous Post

Chelsea Pecahkan Rekor Kemenangan Terbesar: Hancurkan FC Noah 8-0 di Conference League

Next Post

Anggaran Rp. 233 Juta Ludes, Debat Pilkada Bojonegoro Ricuh, Masyarakat Kecewa

musa

musa

Related Posts

Kebakaran Dapur SPPG di Baureno Senin Dini Hari
Jurnal

Kebakaran Dapur SPPG di Baureno Senin Dini Hari

02/02/2026
PDMLamongan
Jurnal

PDPM Lamongan Gelar Rapimda I di Trawas Mojokerto, Teguhkan Peran Pemuda Negarawan dan Kemandirian Organisasi

26/12/2025
PDPM CUP 2025 – Silaturahmi, Sportivitas, Kebersamaan
Jurnal

Semarak Milad Muhammadiyah ke-113 dan Pra-Rapimda, PDPM Lamongan Gelar Turnamen Futsal PDPM CUP 2025

07/12/2025
Peserta fun bike berangkat dari Kantor Kecamatan Turi
Lokal Daerah

Milad Muhammadiyah ke-113, PCM Turi Meriahkan dengan Fun Bike & Undian Berhadiah Gratis untuk Umum

30/11/2025
nganjuk
Lokal Daerah

Tragedi Nganjuk! Istri–Anak Polisi Dibantai Pelaku Misterius

29/11/2025
RSILAmongan
Lokal Daerah

Karyawan RSM Kalikapas Ikuti Pelatihan BTCLS, Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

24/11/2025
Next Post
Anggaran Rp. 233 Juta Ludes, Debat Pilkada Bojonegoro Ricuh, Masyarakat Kecewa

Anggaran Rp. 233 Juta Ludes, Debat Pilkada Bojonegoro Ricuh, Masyarakat Kecewa

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.