Jurnal Pelopor – Dua hari setelah Israel membuka jalur masuk bantuan kemanusiaan ke Gaza, bantuan tersebut masih belum diterima oleh warga sipil. PBB menyebut proses distribusi tersendat karena prosedur keamanan Israel yang panjang, rumit, dan berbahaya.
“Kami belum bisa mengamankan bantuan ke gudang kami, apalagi mendistribusikannya ke masyarakat,” ujar Stephane Dujarric, juru bicara PBB.
Ratusan Truk Bantuan Masuk, Tapi Mandek di Perbatasan
Menurut COGAT (otoritas militer Israel), 98 truk bantuan masuk ke Gaza sejak Senin (20 Mei 2025). Namun, PBB hanya mencatat puluhan truk berhasil melewati perbatasan, dan belum ada yang benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Jenis bantuan yang dibawa:
-
Tepung untuk roti
-
Bahan makanan untuk dapur umum
-
Perlengkapan medis
-
Air bersih dan keperluan sanitasi
Serangan Udara Masih Berlangsung
Di tengah masuknya bantuan, Israel tetap melancarkan serangan besar ke seluruh wilayah Gaza. Sedikitnya 85 warga sipil Palestina tewas hanya dalam satu malam. Serangan ini memperburuk kondisi darurat yang dialami warga sipil, termasuk anak-anak dan lansia.
Warga Gaza Hadapi Kelaparan Akut
Blokade penuh yang telah berlangsung hampir 3 bulan menyebabkan 2,1 juta warga Gaza kekurangan makanan, air, dan obat-obatan. PBB dan lembaga kemanusiaan internasional menyebut wilayah ini sedang menuju krisis kelaparan masif.
“Sebagian besar warga Gaza kini hidup dalam kelaparan ekstrem, tanpa akses air bersih dan pengobatan dasar,” ungkap laporan PBB.
Dunia Internasional Mendesak Akses Aman
PBB dan berbagai organisasi kemanusiaan menuntut agar Israel menyederhanakan proses distribusi dan menjamin jalur aman bagi relawan. Prosedur militer yang mewajibkan pembongkaran dan pemuatan ulang truk bantuan dinilai tidak manusiawi dan menghambat penyelamatan nyawa.
Bantuan Masuk Belum Menjadi Solusi
Meski truk bantuan telah diberi izin masuk, ribuan warga Gaza masih belum mendapatkan bantuan. Krisis kemanusiaan terus memburuk, dan solusi nyata diperlukan segera: akses cepat, aman, dan langsung ke tangan rakyat yang menderita.
Sumber: MetroTv
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







