• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

AS Tunda Tarif 32 %, Airlangga: Ini Kemajuan Negosiasi

Airlangga umumkan tarif impor AS untuk produk Indonesia ditunda usai diplomasi dagang intensif pasca-KTT BRICS di Brasil.

musa by musa
14/07/2025
in Nasional
0
tarif as
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa kebijakan tarif impor sebesar 32 persen yang sebelumnya direncanakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap produk asal Indonesia telah ditunda sementara.

Keputusan penundaan ini dicapai usai serangkaian diplomasi intensif antara Airlangga dan para pejabat tinggi perdagangan AS, yakni Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer. Pertemuan ini berlangsung dalam lawatan Airlangga ke Washington DC, tak lama setelah ia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Brasil.

“Waktunya kami sebut pause. Jadi penundaan penerapan untuk menyelesaikan perundingan yang sudah ada,” ujar Airlangga dalam pernyataan resminya, Minggu (13/7/2025), seperti disampaikan dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Tiga Pekan untuk Finalisasi Proposal

Menurut Airlangga, dalam tiga minggu ke depan kedua negara akan memfinalisasi proposal-proposal teknis yang menjadi pokok diskusi. Ia menyebut perundingan ini sebagai bagian dari proses diplomasi lanjutan yang akan menyempurnakan (fine tuning) berbagai poin yang telah dipertukarkan.

“Tiga minggu ini diharapkan ada finalisasi dari fine tuning proposal dan apa yang sudah dibahas,” tambahnya.

Tarif Trump dan Ancaman terhadap Ekspor RI

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan tarif impor baru sebesar 32 persen terhadap sejumlah produk dari 23 negara, termasuk Indonesia, dalam rangka proteksi industri dalam negeri AS. Produk ekspor Indonesia seperti alas kaki, tekstil, elektronik rumah tangga, dan komoditas agrikultur terancam kehilangan daya saing karena beban tarif ini.

Langkah tersebut sontak mendapat respons serius dari pelaku industri nasional, yang mengkhawatirkan potensi penurunan ekspor, pemutusan hubungan kerja, hingga terganggunya neraca dagang. Industri alas kaki, misalnya, menyatakan bahwa tarif tersebut bisa menurunkan volume ekspor hingga 40 persen ke pasar AS.

Indonesia Bergerak Cepat Cegah Dampak Lebih Besar

Pemerintah Indonesia memilih merespons dengan jalur diplomatik. Airlangga langsung diberangkatkan ke Washington DC pada 8 Juli 2025 untuk melobi langsung para pejabat AS agar kebijakan tersebut ditunda atau dibatalkan. Hasilnya, ada kesepahaman sementara untuk menunda implementasi dan membuka ruang penyempurnaan perundingan teknis.

“Kami menyepakati bahwa usulan Indonesia akan diproses lebih lanjut. Dan keputusan tarif itu ditangguhkan dulu,” terang Airlangga.

Langkah cepat ini diapresiasi banyak pihak, karena dianggap mampu meredam gejolak ekonomi dalam negeri, terutama di sektor industri padat karya yang sangat bergantung pada ekspor ke AS.

Apa Selanjutnya?

Tantangan selanjutnya bagi pemerintah adalah memastikan perundingan berjalan lancar dan membuahkan pembatalan permanen tarif atau minimal skema relaksasi. Airlangga menyatakan akan terus melibatkan para pemangku kepentingan industri untuk menyelaraskan argumen teknis, termasuk soal akses pasar, standar kualitas, dan keberlanjutan perdagangan bilateral.

Kesimpulan

Penundaan tarif 32 persen dari AS merupakan angin segar di tengah kekhawatiran ekonomi global yang semakin proteksionis. Meski belum ada pembatalan permanen, langkah diplomasi ini menunjukkan bahwa negosiasi dan kerja sama internasional tetap menjadi solusi utama di tengah tensi dagang yang meningkat.

Kini, semua mata tertuju pada tiga pekan ke depan. Mampukah Indonesia meraih kesepakatan yang berpihak pada kepentingan ekspor nasional? Kita tunggu hasilnya.

Sumber: Kompas.com

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #AirlanggaHartarto #TarifImporAS #EkonomiIndonesia #PerdaganganInternasional #DiplomasiEkonomi #BRICS2025 #ProdukIndonesia #ASIndonesia #EksporImpor #JurnalPelopor
Previous Post

Jawa Pos Gugat Dahlan Iskan: Fokus Lindungi Aset

Next Post

Hari Kebudayaan Nasional Ditetapkan 17 Oktober oleh Fadli Zon

musa

musa

Related Posts

haji
Nasional

Kasus Kuota Haji, KPK Hentikan Pencekalan Pemilik Maktour.

20/02/2026
makan bergizi gratis
Nasional

Mitra Makan Bergizi Gratis Diguyur Insentif Rp 6 Juta Sehari.

20/02/2026
jcc
Nasional

Batik Miliaran di JCC Hilang! Polisi Akhirnya Tangkap 3 Pelaku.

17/02/2026
Lucky
Nasional

Lucky Widja Element Berpulang, Kenangan Lagu Tak Terlupakan

26/01/2026
keraton
Nasional

Konflik Keraton Memanas, Ancaman Gugatan PTUN

19/01/2026
ferry irawan
Nasional

Di Balik Tragedi Pesawat ATR, Kisah Ferry Irawan

19/01/2026
Next Post
Fadli Zon

Hari Kebudayaan Nasional Ditetapkan 17 Oktober oleh Fadli Zon

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.