• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

AS Incar Greenland, Denmark Buka Opsi Perlawanan

Ketegangan AS-Denmark memanas awal 2026 usai wacana pengambilalihan Greenland kembali diangkat dan ditolak keras Kopenhagen.

musa by musa
03/01/2026
in World
0
denmark
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor  –  Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Denmark memanas di awal 2026. Pemerintah Denmark secara terbuka menyatakan penolakan keras terhadap ambisi Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang kembali mengangkat wacana pengambilalihan Greenland. Pulau terbesar di dunia itu merupakan wilayah otonom Denmark dan memiliki posisi strategis penting di kawasan Arktik.

Perlawanan Denmark disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Mette Frederiksen dalam pidato resmi pada Kamis (1/1/2026). Ia menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan dari sekutu terdekatnya sendiri, meskipun sama-sama tergabung dalam aliansi NATO.

Penunjukan Utusan AS Picu Kemarahan Kopenhagen

Situasi semakin memanas setelah Presiden Trump menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai utusan khusus Amerika Serikat untuk Greenland. Penunjukan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Washington serius mendorong ambisi lama Trump yang menyebut AS “membutuhkan” Greenland demi kepentingan keamanan nasional.

Dalam pidatonya, Frederiksen mengecam keras narasi yang menganggap wilayah atau negara lain bisa dibeli dan dimiliki. Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai pandangan dunia yang usang dan berbahaya. Meski tidak menyebut AS secara langsung, pesan politik yang disampaikan jelas mengarah ke Washington.

“Bukan kami yang mencari konflik. Namun jangan pernah ragu, Denmark akan berdiri teguh pada apa yang benar dan salah,” tegas Frederiksen.

Raja Denmark Turut Angkat Suara

Nada perlawanan juga datang dari Raja Frederik X. Dalam pidato malam tahun barunya, sang raja menyinggung situasi sulit yang tengah dihadapi kerajaan Denmark. Ia memuji keteguhan rakyat Greenland dan menyebut peningkatan pelatihan militer di kawasan Arktik sebagai langkah antisipatif menghadapi ketegangan yang terus meningkat.

Pernyataan Raja Frederik X dinilai mempertegas bahwa isu Greenland bukan sekadar persoalan diplomasi, melainkan menyangkut kedaulatan dan harga diri negara.

Ambisi AS dan Alasan Strategis Greenland

Sebelumnya, Presiden Trump secara terbuka menyatakan bahwa Greenland memiliki nilai strategis tinggi bagi Amerika Serikat. Lokasinya di Arktik, kedekatannya dengan jalur militer strategis, serta potensi sumber daya mineral yang besar menjadi alasan utama Washington.

Utusan khusus AS, Jeff Landry, bahkan menyatakan akan bekerja untuk menjadikan Greenland sebagai bagian dari Amerika Serikat. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari pemerintah Denmark dan memperdalam krisis diplomatik.

Hubungan Sekutu NATO di Titik Terendah

Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, menyebut langkah AS sebagai tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima. Pemerintah Denmark pun memanggil duta besar AS untuk meminta penjelasan resmi.

Ketegangan ini membawa hubungan Denmark-AS ke titik terendah dalam beberapa dekade. Laporan intelijen Denmark terbaru bahkan memasukkan Amerika Serikat sebagai potensi ancaman keamanan nasional. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Washington kini lebih terbuka menggunakan tekanan ekonomi, ancaman tarif, bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer, termasuk terhadap sekutunya sendiri.

Greenland Jadi Titik Panas Baru Arktik

Krisis ini menegaskan bahwa Greenland kini menjadi titik panas geopolitik baru di kawasan Arktik. Persoalan ini tidak hanya menguji solidaritas NATO, tetapi juga membuka babak baru rivalitas kekuatan besar yang kini merambah wilayah paling utara dunia.

Dengan sikap perlawanan terbuka Denmark, dunia kini menanti: akankah ketegangan ini berhenti di level diplomasi, atau justru berkembang menjadi konflik strategis yang lebih besar?

Sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Greenland #ASDenmark #PolitikGlobal #Diplomasi #NATO #Arktik #IsuInternasional
Previous Post

Kasus Tragis di Jakut, Tiga Jasad Ditemukan di Rumah

Next Post

MU Kembali Tersandung, Ditahan Imbang Leeds United

musa

musa

Related Posts

greenland
World

Momen Krusial Greenland, Pernyataan Tegas PM Denmark

13/01/2026
google
World

Laporkan Pelecehan, Pegawai Google Malah Dipecat

12/01/2026
ekspor
World

Maduro Dibui, Ekspor Minyak Venezuela ke AS Mulai Dibahas

07/01/2026
kolombia
World

Demi Kedaulatan, Presiden Kolombia Tantang AS dengan Senjata

07/01/2026
lahan
World

Lahan Strategis 500 Meter dari Masjidil Haram Dimenangkan RI

07/01/2026
venezuela
World

Berubah Sikap, Pemimpin Sementara Venezuela Siap Gandeng AS

06/01/2026
Next Post
leeds

MU Kembali Tersandung, Ditahan Imbang Leeds United

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.