• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Entertainment Movie

Ambisi Tinggi, Eksekusi Tertatih: Review Film Pelangi di Mars

Pelangi di Mars tampil berani dengan konsep sci-fi, Upie Guava hadirkan visual menarik namun eksekusi dipertanyakan.

musa by musa
30/03/2026
in Movie
0
pelangi di mars
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Film Pelangi di Mars hadir sebagai bukti bahwa sineas lokal berani bermimpi besar, bahkan hingga ke luar angkasa. Disutradarai oleh Upie Guava, film ini membawa konsep sci-fi yang jarang disentuh industri perfilman Tanah Air. Namun, di balik ambisi besar tersebut, muncul satu pertanyaan penting: apakah ide besar saja cukup untuk menciptakan film yang benar-benar kuat?

Ambisi Besar yang Patut Diapresiasi

Sejak awal, Pelangi di Mars menawarkan sesuatu yang berbeda. Ceritanya mencoba menggabungkan animasi, live-action, hingga elemen futuristik dalam satu paket. Tidak hanya itu, Upie bahkan terlibat dalam banyak aspek produksi, mulai dari penyutradaraan hingga sinematografi.

Selain itu, visual film ini cukup memanjakan mata. Penggunaan teknologi dan eksplorasi dunia Mars terasa segar untuk ukuran film lokal. Ini menjadi langkah berani, apalagi industri animasi Indonesia masih dalam tahap berkembang. Dengan kata lain, film ini layak diapresiasi sebagai bentuk lompatan besar dalam kreativitas.

Masalah Utama: Cerita yang Kurang Mengena

Namun di sisi lain, kekuatan visual tersebut tidak diimbangi dengan kedalaman cerita. Naskah yang ditulis bersama Alim Sudio terasa terlalu penuh, bahkan cenderung berlebihan. Banyak ide dimasukkan sekaligus, tetapi tidak semuanya berkembang dengan baik.

Akibatnya, alur cerita terasa melebar dan kurang fokus. Dialog yang didominasi oleh karakter robot justru terasa repetitif dan kurang emosional. Bahkan, beberapa percakapan terdengar seperti dihasilkan oleh sistem AI, bukan karakter yang hidup.

Padahal, film ini memiliki potensi besar untuk menghadirkan kisah yang menyentuh, terutama dari sisi hubungan manusia dan perjuangan hidup di Mars. Sayangnya, potensi itu belum tergarap maksimal.

Hiburan Ringan untuk Penonton Anak

Meski begitu, bukan berarti film ini tanpa nilai. Beberapa elemen komedi masih mampu menghibur, khususnya untuk penonton anak-anak. Musik yang digarap juga cukup menyenangkan dan menjadi salah satu kekuatan tambahan dalam film ini.

Selain itu, desain karakter dan konsep dunia futuristik tetap menarik untuk dinikmati secara visual. Ini menunjukkan bahwa dari sisi teknis, tim produksi memiliki kemampuan yang tidak bisa dianggap remeh.

Potensi Besar yang Perlu Dimatangkan

Secara keseluruhan, Pelangi di Mars adalah film dengan ide besar namun eksekusi yang belum sepenuhnya matang. Ambisinya patut dihargai, tetapi film ini membuktikan bahwa cerita tetap menjadi jiwa utama dalam sebuah karya.

Ke depan, jika fokus pada penyederhanaan cerita dan pendalaman emosi, karya seperti ini bisa menjadi tonggak penting bagi industri film Indonesia.

Menurutmu, lebih penting mana: visual keren atau cerita yang kuat?

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #PelangiDiMars #UpieGuava #FilmIndonesia #SciFiIndonesia #ReviewFilm #Sinema #IndustriKreatif
Previous Post

Kabar Baik! ePaspor Bebas Visa ke Jepang, Ini Caranya

musa

musa

Related Posts

jujutsu
Movie

Fans Dibuat Pusing! Misteri Jujutsu Kaisen Ini Belum Terungkap

30/03/2026
Thunderbolts
Movie

Trailer Thunderbolts Penuh Janji, Tapi Filmnya Bikin Kecewa!

01/05/2025
Fashion

Heroes of the Storm Global Championship 2017 starts tomorrow, here’s what you need to know

13/03/2025
Politics

Dota 2 and CS:GO top Steam’s 2016 list for most played games

05/03/2025
Business

Celebrity Foodies: See What the Stars Are Snacking on Today

24/02/2025
Gadget

Yamaha 2017 MotoGP bike launched with Rossi and Vinales

18/02/2025
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.