• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Alarm PMK di Jatim: 839 Hewan Ternak Positif Terinfeksi

Kasus PMK di Jawa Timur melonjak tajam awal 2026, tembus 839 ternak terinfeksi dengan penambahan harian lebih dari 30 kasus.

musa by musa
28/01/2026
in Jurnal
0
pmk
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menjadi perhatian serius di Jawa Timur pada awal 2026. Hingga akhir Januari, jumlah hewan ternak yang terkonfirmasi terjangkit PMK mencapai 839 ekor. Angka ini menunjukkan tren peningkatan signifikan, dengan penambahan kasus yang menembus lebih dari 30 ekor per hari.

Lonjakan Kasus dalam Waktu Singkat

Data terbaru menunjukkan bahwa dalam rentang satu hari saja, jumlah kasus melonjak dari 803 menjadi 839 ekor. Kondisi ini menandakan penyebaran virus PMK masih berlangsung aktif, meski berbagai langkah pengendalian telah dilakukan pemerintah daerah.

Dari total hewan ternak yang terpapar, 221 ekor sapi dinyatakan telah sembuh setelah menjalani perawatan. Namun, sebagian besar lainnya masih dalam kondisi sakit dan membutuhkan penanganan intensif. Selain itu, delapan ekor sapi dilaporkan mati akibat PMK, sementara lima ekor lainnya terpaksa dipotong paksa guna mencegah penyebaran virus yang lebih luas.

Sapi Pedaging Paling Rentan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat bahwa mayoritas kasus PMK pada Januari 2026 terjadi pada sapi pedaging. Jenis ternak ini dinilai lebih rentan karena tingkat pergerakan yang tinggi, terutama menjelang periode tertentu dalam kalender keagamaan.

Peningkatan mobilitas hewan ternak menjadi salah satu faktor utama yang memicu meluasnya penyebaran virus. Jelang Hari Raya Iduladha, lalu lintas sapi antarwilayah meningkat tajam, baik untuk kebutuhan peternak maupun pedagang. Kondisi ini memperbesar risiko penularan, terutama jika pengawasan kesehatan ternak tidak dilakukan secara ketat.

Faktor Musim Ikut Memperburuk Situasi

Selain pergerakan ternak, faktor cuaca juga disebut turut berperan. Musim dengan tingkat kelembapan tinggi dinilai menjadi kondisi yang rawan bagi penyebaran virus PMK. Lingkungan kandang yang lembap dan kurang sanitasi dapat mempercepat penularan antarhewan.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi peternak kecil, yang kerap memiliki keterbatasan sarana untuk menjaga kebersihan kandang dan menerapkan biosekuriti secara optimal.

Vaksinasi Jadi Andalan Pencegahan

Untuk menekan laju penyebaran PMK, pemerintah pusat telah mengalokasikan 1,51 juta dosis vaksin khusus untuk Jawa Timur. Dalam waktu dekat, ratusan ribu dosis vaksin dijadwalkan tiba dan langsung disalurkan ke daerah-daerah terdampak.

Vaksinasi diposisikan sebagai langkah pencegahan utama, terutama bagi hewan ternak yang masih sehat. Sementara itu, ternak yang sudah terpapar PMK langsung mendapatkan pengobatan. Pemerintah memastikan bahwa ketersediaan obat telah dipenuhi sejak akhir 2025, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Sebaran Kasus di 19 Daerah

Hingga saat ini, virus PMK telah terdeteksi di 19 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Kabupaten Pasuruan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, mencapai lebih dari 100 ekor sapi terpapar.

Kondisi ini menuntut koordinasi lintas daerah yang lebih ketat, terutama dalam pengawasan lalu lintas ternak dan penerapan protokol kesehatan hewan. Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan edukasi kepada peternak agar segera melaporkan gejala PMK dan tidak menyembunyikan kasus.

Menjaga Peternak dan Ketahanan Pangan

Di balik angka-angka tersebut, wabah PMK membawa dampak langsung pada kehidupan peternak. Banyak dari mereka menggantungkan penghasilan pada sapi pedaging, sehingga ancaman penyakit ini bukan hanya soal kesehatan hewan, tetapi juga soal ekonomi keluarga dan ketahanan pangan daerah.

Pengendalian PMK kini bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan upaya bersama antara negara, peternak, dan masyarakat. Dengan langkah yang konsisten dan disiplin, harapannya wabah ini bisa ditekan sebelum mencapai puncaknya. Namun, pertanyaannya kini, seberapa siap semua pihak menjaga disiplin itu di tengah meningkatnya kebutuhan ternak jelang hari besar keagamaan?

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #PMK #PenyakitMulutDanKuku #Peternakan #JawaTimur #WabahTernak #KesehatanHewan #IsuPangan
Previous Post

Moncer di Era Flick, Joan Garcia Dapat Pujian Setinggi Langit

Next Post

Viral Es Gabus, Aparat TNI-Polri Klarifikasi dan Minta Maaf

musa

musa

Related Posts

sudan
World

Sudan Sekarat! Kelaparan Akut Kini Meluas ke Darfur Utara.

07/02/2026
china
World

AS & China Bersatu Lawan 35 Negara di KTT Spanyol.

07/02/2026
pandji
Nasional

10 Jam Diperiksa Polisi, Begini Kata Pandji Pragiwaksono

07/02/2026
msf
World

Rumah Sakit MSF Dibom, Perang Sudan Selatan Kian Brutal

06/02/2026
genosida
Nasional

Pakai KUHP Baru, Genosida Israel Dilaporkan ke Kejagung

06/02/2026
hector souto
Olahraga

Tak Mau Disanjung, Hector Souto Serahkan Panggung ke Pemain

06/02/2026
Next Post
es gabus

Viral Es Gabus, Aparat TNI-Polri Klarifikasi dan Minta Maaf

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.