Jurnal Pelopor – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali mencuri perhatian dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Grha Bhasvara Icchana, Jakarta Pusat. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Airlangga menyampaikan langsung permintaannya agar pemerintah memberikan insentif fiskal senilai Rp786 miliar kepada pemerintah daerah. Ia menyebut dana itu bukan angka besar, namun punya dampak penting karena menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Airlangga menjelaskan bahwa insentif tersebut ditujukan untuk pemda pemenang Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award 2025 serta pemda yang sukses mengakselerasi program digitalisasi keuangan daerah melalui Championship TP2DD. Ia menegaskan bahwa daerah yang menjaga stabilitas harga dan mendorong digitalisasi layak mendapatkan dukungan finansial dari pemerintah pusat.
Respons Prabowo dan Momen Cair di Panggung
Saat menyampaikan permintaan itu, Airlangga menyebut ia sudah berkonsultasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. “Dananya tersedia, Pak Presiden. Jumlahnya tidak terlalu besar,” ujarnya sambil melihat ke arah Purbaya yang langsung menimpali dengan tawa kecil. Momen itu membuat suasana forum yang biasanya formal menjadi lebih cair.
Di sisi lain, Presiden Prabowo tampak memberi perhatian penuh. Ia mengangguk beberapa kali ketika Airlangga memaparkan urgensi pemberian insentif tersebut. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga tampak ikut membantu menjelaskan, terutama terkait peran BI dalam menahan inflasi sepanjang 2025.
Apresiasi untuk Daerah Berprestasi
Menurut Airlangga, insentif ini bukan hanya hadiah, tetapi juga dorongan agar pemda terus memperbaiki kualitas tata kelola ekonomi mereka. Stabilitas inflasi dan percepatan digitalisasi menjadi dua fokus pemerintah karena dinilai berpengaruh langsung pada efektivitas belanja daerah dan pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa keberhasilan banyak daerah menekan inflasi sepanjang 2025 patut diapresiasi.
Airlangga yang juga Ketua TPIP dan Ketua Satgas TP2DD menilai bahwa kolaborasi pusat–daerah harus tetap diperkuat. Ia berharap dengan insentif ini, daerah termotivasi mempertahankan kinerja, terutama dalam pengendalian harga pangan, distribusi barang, dan penerapan sistem pembayaran digital.
Menunggu Keputusan Akhir Presiden
Hingga forum PTBI berakhir, belum ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo terkait persetujuan insentif Rp786 miliar tersebut. Namun, gestur positif Prabowo diyakini menjadi sinyal bahwa usulan ini berpeluang besar mendapat lampu hijau. Pemerintah pusat disebut tengah merumuskan mekanisme teknis jika insentif ini disetujui.
Sumber: CNN Indonesia
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







