Jurnal Pelopor – Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,3 mengguncang wilayah Tenggara Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, pada Jumat siang pukul 14.22 WIB. Informasi ini dikonfirmasi oleh Stasiun Geofisika BMKG Mata Ie Aceh Besar melalui rilis resmi yang diterima oleh RRI dan sejumlah media nasional.
Lokasi Gempa dan Karakteristiknya
BMKG mencatat pusat gempa berada di:
- Koordinat: 4,25° Lintang Utara dan 96,98° Bujur Timur
- Lokasi: Sekitar 44 kilometer tenggara Kota Takengon
- Kedalaman: Hanya 1 kilometer, tergolong sangat dangkal
Gempa ini bersumber dari aktivitas tektonik lokal dan masuk dalam kategori gempa lemah yang tidak membahayakan secara umum. Karena kedalamannya sangat dangkal, guncangan berpotensi terasa di permukaan namun dengan intensitas ringan.
Analisis dan Dampak
Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa:
“Gempa bumi ini bersifat lokal, berkedalaman sangat dangkal, dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Guncangan mungkin dirasakan dalam skala kecil di sekitar episenter.”
Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan kerusakan bangunan, fasilitas publik, atau korban jiwa dari wilayah terdampak. Warga di sekitar lokasi episentrum dilaporkan sempat merasakan getaran ringan namun tetap dalam kondisi aman dan terkendali.
Imbauan kepada Masyarakat
BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada, serta tidak terpancing isu-isu hoaks atau informasi tidak resmi yang beredar melalui media sosial.
“Masyarakat diharap hanya merujuk informasi dari BMKG dan instansi resmi lainnya. Wilayah Aceh secara umum berada di zona rawan gempa, sehingga kesadaran dan kesiapsiagaan harus selalu dijaga,” ungkap BMKG.
Sebagai salah satu wilayah yang berada di zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, Aceh termasuk kawasan yang aktif secara seismik, dan karenanya rutin mengalami aktivitas gempa, baik dalam skala kecil maupun sedang.
Pemantauan Lanjutan
BMKG melalui Stasiun Geofisika Mata Ie akan terus melakukan pemantauan aktivitas seismik di kawasan Aceh, dan siap memberikan peringatan dini jika terdeteksi adanya potensi gempa susulan (aftershock) atau gempa lebih besar.
Catatan Tambahan:
- Ini merupakan gempa kecil kedua di Aceh selama bulan Juli 2025.
- Tidak ada gangguan pada jalur komunikasi, jaringan listrik, maupun transportasi umum di Takengon dan sekitarnya.
- Pemerintah daerah setempat juga tengah berkoordinasi dengan pihak BMKG dan BPBD untuk melakukan antisipasi dini terhadap potensi bencana alam lanjutan.
Sumber: RRI
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:







