Jurnal Pelopor – CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani memberikan sinyal kuat bahwa wacana merger dua raksasa transportasi digital, GoTo dan Grab, terus bergerak ke arah positif. Usai menghadiri rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Rosan memastikan bahwa proses pembahasan kedua perusahaan masih berlangsung.
“Positif, sinyalnya positif,” ujarnya singkat. Ketika ditanya lebih jauh mengenai peluang merger, Rosan mengangguk, mengisyaratkan optimisme terhadap rencana tersebut.
Isu penggabungan GoTo–Grab telah berkembang dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah pemerintah memberi sejumlah masukan terkait efisiensi ekosistem transportasi digital nasional.
Bahas Negosiasi Akuisisi Lotte Chemical
Selain soal merger, Rosan juga menyinggung adanya pembahasan akuisisi saham Lotte Chemical oleh Danantara. Ia menyebut negosiasi masih berjalan intensif, dengan kisaran kepemilikan saham yang dibidik berada pada angka 25–30 persen.
“Lagi negosiasi antara 25-30 persen,” ujar Rosan.
Langkah ini menunjukkan strategi Danantara yang semakin agresif meningkatkan portofolio investasi di sektor strategis.
Pandu Sjahrir Tegaskan Pentingnya Return Komersial
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, memberikan penjelasan tambahan terkait posisi perusahaan dalam rencana merger GoTo–Grab. Ia menegaskan bahwa fokus Danantara berada pada relasi bisnis antar perusahaan (business-to-business/B2B).
“Kita pasti support, tapi harus ada commercial return. Itu yang harus dijaga,” kata Pandu.
Pandu juga menyampaikan bahwa keputusan final terkait penggabungan dua perusahaan tersebut tetap berada di tangan manajemen masing-masing. Pemerintah telah memberi arahan, dan Danantara menegaskan komitmennya mengikuti kebijakan tersebut.
Kaitannya dengan Investasi Telkomsel di GoTo
Keterlibatan Danantara dalam wacana merger ini tidak terlepas dari posisi pemerintah sebagai pemegang saham GoTo melalui Telkom dan Telkomsel. Total investasi BUMN telekomunikasi itu mencapai sekitar Rp6,4 triliun.
Dengan nilai yang signifikan, pemerintah tentu berkepentingan menjaga stabilitas, keberlanjutan, dan kesehatan ekosistem perusahaan teknologi nasional.
Menunggu Keputusan Final Dua Raksasa Teknologi
Meski sinyal positif telah keluar dari Danantara, keputusan merger GoTo dan Grab tetap menjadi ranah internal kedua perusahaan. Prosesnya masih panjang dan melibatkan pertimbangan bisnis, struktur kepemilikan, serta potensi persaingan usaha.
Namun, dengan pernyataan terbaru Rosan dan Pandu, publik kini melihat indikasi kuat bahwa arah pembahasan merger semakin mengerucut. Dunia teknologi Indonesia menunggu kelanjutan langkah besar ini.
Sumber: CNN Indonesia
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







