Jurnal Pelopor – Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), di Gedung Putih mencuri perhatian dunia. Trump tidak hanya menjamu MBS dengan makan malam kenegaraan, tetapi juga melontarkan pujian, membela sang pangeran dalam isu pembunuhan Khashoggi, hingga mengumumkan status baru Saudi sebagai sekutu utama non-NATO.
Pujian Trump dan Pembelaan soal Kasus Khashoggi
Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi MBS sejak kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018. Saat menerima sang pangeran di Ruang Oval, Trump menyebut MBS sebagai “kawan baik” dan memuji langkah-langkahnya dalam bidang hak asasi manusia.
Dalam konferensi pers, Trump bahkan membela MBS dari tuduhan keterlibatan dalam pembunuhan Khashoggi. Ia menegaskan bahwa pangeran tidak mengetahui operasi tersebut, sekaligus menegur wartawan yang mengajukan pertanyaan terkait isu sensitif itu.
“Anda tidak perlu mempermalukan tamu kami,” ujar Trump.
Sikap tersebut memicu sorotan internasional, mengingat kasus Khashoggi selama ini menjadi salah satu titik kritis dalam hubungan AS–Saudi.
Jamuan Makan Malam Penuh Canda dan Kehadiran Tokoh Dunia
Acara makan malam kenegaraan di East Room menjadi sorotan lain dari kunjungan MBS. Dalam pidatonya, sang pangeran melontarkan candaan mengenai taruhan online yang memprediksi dirinya akan memakai jas hitam pada jamuan tersebut.
Candaan spontan itu membuat para tamu terbahak. MBS sendiri hadir dengan thawb hitam dan ghutra merah-putih khas Saudi, berbeda dengan Trump yang tampil dengan tuksedo formal. Video momen candaan itu bahkan telah ditonton lebih dari satu juta kali di platform X.
Acara tersebut juga dihadiri tokoh-tokoh dunia, mulai dari Elon Musk hingga bintang sepakbola Cristiano Ronaldo. Trump bahkan sempat bercanda bahwa putranya, Barron Trump, kini “lebih menghormati” dirinya karena dapat memperkenalkan idolanya secara langsung.
Trump Tetapkan Saudi sebagai Sekutu Utama Non-NATO
Dalam momen yang sama, Trump mengejutkan publik dengan mengumumkan bahwa Amerika Serikat resmi menetapkan Arab Saudi sebagai sekutu utama non-NATO (MNNA). Status ini memberi berbagai keistimewaan dalam bidang perdagangan pertahanan dan kerja sama keamanan, meski tidak termasuk komitmen militer otomatis.
Pengumuman itu disampaikan langsung kepada MBS di hadapan para tamu, menjadikannya pengakuan strategis yang sangat berarti bagi Saudi.
Penandatanganan Kesepakatan Nuklir dan Jet Tempur F-35
Kunjungan MBS juga menghasilkan sejumlah perjanjian penting. Saudi dan AS menandatangani kesepakatan mengenai energi nuklir sipil, yang menetapkan perusahaan Amerika sebagai mitra utama dalam program tersebut.
Selain itu, Riyadh menyetujui pembelian jet tempur siluman F-35 dalam kerangka perjanjian pertahanan strategis dengan Washington.
Isu Palestina Masih Jadi Penghalang Normalisasi Saudi–Israel
Di sisi lain, MBS menegaskan kembali posisi Saudi bahwa normalisasi hubungan dengan Israel hanya mungkin dilakukan jika terdapat “jalan yang jelas” menuju pembentukan negara Palestina. Pernyataan ini merespons dorongan Trump untuk melibatkan Saudi ke dalam Abraham Accords.
Sumber: Detik,com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







