Jurnal Pelopor – Doug McMillon menutup salah satu perjalanan paling langka di industri ritel modern. Sosok yang memulai karier sebagai kuli angkut pesanan di gudang Walmart pada tahun 1984 itu resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO raksasa ritel dunia tersebut. Setelah hampir 12 tahun memegang jabatan tertinggi, McMillon akan pensiun pada 31 Januari 2026. Lahir di Memphis, Tennessee, pria 59 tahun itu awalnya bekerja paruh waktu dengan upah per jam sambil bersekolah sebelum perlahan naik ke berbagai posisi strategis di perusahaan.
Perjalanan panjang McMillon mencakup masa kepemimpinannya di Sam’s Club pada 2005–2009, serta masa jabatannya sebagai presiden Walmart International pada 2009–2014. Kombinasi pengalaman teknis di lapangan dan wawasan organisasi membuatnya dipandang sebagai pemimpin yang memahami dinamika ritel dari akar hingga puncak. Dalam podcast View From The Top, ia menegaskan bahwa kesuksesannya terjadi karena kerja tim, bukan pencapaian individual. Filosofi itulah yang kemudian menjadi dasar dari kepemimpinannya selama satu dekade terakhir.
Transformasi Berani yang Awalnya Diragukan
Saat mulai memimpin Walmart pada 2014, McMillon mengambil langkah besar dengan fokus pada tiga pilar: pelanggan, karyawan, dan inovasi teknologi. Namun strategi agresifnya dalam investasi digital sempat menimbulkan keraguan. Pada 2015, ketika Walmart mengumumkan peningkatan belanja untuk e-commerce, harga saham langsung anjlok 10 persen dalam sehari dan menghapus kapitalisasi pasar lebih dari US$20 miliar.
Walau begitu, kritik tersebut berubah menjadi pengakuan. Prediksi pemulihan laba pada 2019 menjadi kenyataan, dan sejak 2018 pendapatan perusahaan terus meningkat. Pandemi Covid-19 justru mempercepat pertumbuhan layanan belanja online Walmart. Saham perusahaan bahkan melesat hampir 300 persen sejak hari pertama McMillon menjabat sebagai CEO. Di bawah kepemimpinannya, Walmart membangun pusat pemenuhan pesanan berbasis teknologi, memperluas layanan pengambilan cepat, dan mengembangkan sistem sensor Internet of Things untuk mengawasi logistik di seluruh Amerika Serikat.
Suksesi Pemimpin dari Akar yang Sama
Keputusan McMillon untuk pensiun pada usia relatif muda membuat banyak pihak terkejut, terutama karena banyak perusahaan besar kini menghapus batas usia pensiun CEO. Dalam pernyataan resminya, McMillon menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh karyawan yang telah berkontribusi dalam kesuksesan Walmart. Tongkat estafet kepemimpinan akan diberikan kepada John Furner, kepala Walmart AS yang juga memulai kariernya sebagai pekerja per jam pada 1993.
Dengan latar belakang yang mirip berawal dari bawah, memahami budaya perusahaan, dan pernah memimpin Sam’s Club, Furner dianggap sebagai penerus ideal. McMillon menilai rasa ingin tahu Furner serta kecakapan digitalnya akan membawa Walmart ke tahap berikutnya.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







