Jurnal Pelopor – Suntikan modal PT Danantara Asset Management (Persero) atau Danantara kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dipastikan lebih rendah dari rencana awal. Dari yang sempat digadang-gadang mencapai US$1,84 miliar atau setara Rp30,72 triliun, nilai akhirnya turun menjadi Rp23,67 triliun.
Pendanaan ini disalurkan melalui skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD), di mana Danantara menyerap seluruh saham baru yang diterbitkan Garuda.
Rincian Dana: Setoran Tunai dan Konversi Pinjaman
Dari total Rp23,67 triliun tersebut, komposisinya terbagi menjadi:
- Rp17,02 triliun: setoran modal tunai
- Rp6,65 triliun: konversi pinjaman pemegang saham
Dalam keterbukaan informasi di BEI, Garuda menegaskan bahwa tidak ada biaya tambahan dalam pelaksanaan PMTHMETD. Dana segar ini difokuskan sepenuhnya untuk menjaga kelangsungan usaha dan memperbaiki kondisi keuangan perusahaan pascarestrukturisasi.
Tujuan Aksi Korporasi: Perkuat Ekuitas dan Kurangi Beban Liabilitas
Manajemen Garuda menyebut aksi ini dilakukan untuk tiga tujuan utama:
- Memperbaiki nilai ekuitas konsolidasi yang sempat berada pada posisi negatif.
- Menguatkan likuiditas, terutama untuk memperkuat struktur modal dan menurunkan liabilitas.
- Menopang keberlanjutan usaha, terutama pengoperasian armada dan unit anak perusahaan.
Manajemen optimistis langkah ini akan memperbaiki fundamental keuangan Garuda dan Citilink dalam jangka panjang.
37 Persen Dana untuk Operasional Garuda
Sebesar 37 persen dari total dana PMTHMETD akan dialokasikan untuk modal kerja dan operasional Garuda Indonesia. Fokus utamanya:
- Pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat
- Perbaikan 11 unit pesawat yang dikerjakan oleh Garuda Maintenance Facility (GMF) dan MRO lain
Perawatan ini didasarkan pada Perjanjian Induk Perawatan Pesawat antara Garuda dan GMF.
Citilink Jadi Prioritas: 63 Persen Dana Dialihkan
Porsi terbesar, yakni 63 persen atau sekitar Rp14,96 triliun, akan dialokasikan untuk peningkatan modal kepada Citilink, meliputi:
- Konversi pinjaman pemegang saham menjadi modal
- Setoran modal tunai tambahan
Fokus restrukturisasi Citilink ini dilakukan untuk menghindari risiko strategis serta dampak sosial mengingat perannya sebagai maskapai layanan penerbangan terjangkau.
Dari angka tersebut:
- 47 persen atau Rp11,23 triliun digunakan sebagai modal kerja dan operasional, termasuk perawatan pesawat.
- 16 persen atau Rp3,73 triliun dialokasikan untuk melunasi utang pembelian bahan bakar Citilink kepada PT Pertamina (Persero), senilai US$225 juta.
Peningkatan modal untuk Citilink rencananya akan dilakukan pada Desember 2025.
Menunggu Keputusan RUPSLB Garuda
Seluruh rencana penambahan modal Danantara ke Garuda akan dibahas dan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Rabu (12/11/2025).
Aksi korporasi ini disebut krusial untuk memastikan Garuda dan Citilink tetap dapat beroperasi dengan stabil di tengah pemulihan industri penerbangan global.
Sumber: CNN Indonesia
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







