• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Purbaya Buka Nomor Pribadi untuk Aduan Pajak dan Bea Cukai

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa buka kanal WhatsApp langsung untuk aduan pajak dan bea cukai, hubungkan pengusaha tanpa birokrasi.

musa by musa
14/10/2025
in Nasional
0
purbaya
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah berani dengan menyiapkan layanan pengaduan langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha, terkait persoalan pajak serta bea dan cukai. Menariknya, kanal pengaduan tersebut akan terhubung langsung ke nomor pribadi sang menteri.
Langkah ini diumumkan saat Menkeu meninjau kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (13/10/2025). Ia menegaskan, sistem ini akan menjadi sarana langsung bagi para pengusaha untuk melapor tanpa harus melewati rantai birokrasi yang panjang.

“Saya akan buka kanal langsung ke menteri, jadi mereka bisa ngadu ke situ,” ujar Purbaya

Dua Nomor WhatsApp untuk Pengaduan Khusus

Purbaya menjelaskan bahwa nantinya akan tersedia dua nomor WhatsApp resmi  satu untuk layanan pengaduan pajak, dan satu lagi untuk kepabeanan serta cukai. Ia menegaskan, kanal tersebut akan diresmikan dalam waktu dekat.

“Mungkin besok akan saya luncurkan itu,” tambahnya.

Langkah ini diambil setelah banyak keluhan dari pelaku usaha mengenai berbagai biaya tambahan di pelabuhan yang dinilai memberatkan. Dengan adanya saluran langsung, pemerintah berharap dapat mempercepat penyelesaian masalah sekaligus memperbaiki kebijakan yang belum efektif.

Respons Cepat terhadap Dunia Usaha

Purbaya menilai, komunikasi langsung dengan pelaku usaha akan memudahkan pemerintah dalam memantau implementasi kebijakan di lapangan. Ia menegaskan pentingnya respons cepat terhadap setiap pengaduan, agar kepercayaan terhadap otoritas fiskal dan bea cukai semakin meningkat.

“Kita ingin pengusaha tidak kesulitan karena sistem yang berbelit. Dengan pengawasan langsung, kita bisa tahu apa yang salah dan segera memperbaikinya,” jelasnya.

Langkah ini juga sejalan dengan arah kebijakan yang ia sampaikan dalam kegiatan Jam Pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta. Dalam forum tersebut, Purbaya menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang belum berjalan optimal. Ia juga meminta sinergi lebih kuat antara Kementerian Keuangan, kementerian/lembaga (K/L) lain, serta aparat penegak hukum.

“Pengawasan sangat penting untuk menjaga integritas Bea dan Cukai,” tegasnya.

Dorong Efisiensi dan Penguatan Aparatur Bea Cukai

Selain fokus pada transparansi, Menkeu juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan DJBC. Menurutnya, wilayah perbatasan dan terpencil memerlukan perhatian khusus dalam hal peralatan, logistik, dan dukungan operasional.
Dalam sesi dialog bersama pegawai Bea Cukai, Purbaya menerima laporan mengenai sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan alat pemeriksaan hingga beban pengawasan yang tinggi. Ia pun menugaskan agar seluruh kendala tersebut diinventarisasi untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

“Tujuan akhirnya adalah memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas, menjaga kelancaran arus barang, melindungi masyarakat, dan mendukung penerimaan negara,” ujar Purbaya menutup arahannya.

Langkah Progresif untuk Reformasi Fiskal

Kebijakan ini dipandang sebagai bagian dari upaya reformasi fiskal dan peningkatan kepercayaan publik terhadap Kementerian Keuangan. Dengan membuka kanal langsung, Purbaya menegaskan komitmennya terhadap transparansi, akuntabilitas, dan respons cepat terhadap keluhan masyarakat.
Langkah ini sekaligus menunjukkan perubahan budaya birokrasi menuju pelayanan publik yang lebih terbuka dan efisien. Kini, publik menantikan realisasi dari kebijakan berani tersebut apakah benar dapat memutus rantai birokrasi dan mempercepat solusi di lapangan.

Menurut Anda, apakah kebijakan ini bisa benar-benar jadi terobosan baru dalam pelayanan publik, atau justru berpotensi menimbulkan tantangan baru di lapangan?

Sumber: Kompas.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Menkeu #PurbayaYudhiSadewa #Pajak #BeaCukai #WhatsAppAduan #BirokrasiMudah #PelayananPublik
Previous Post

Kasus Terapis 14 Tahun Tewas, KPAI Curiga Perdagangan Anak!

Next Post

PIK 2 Dihapus dari PSN, Proyek Raksasa Aguan Kandas!

musa

musa

Related Posts

haji
Nasional

Kasus Kuota Haji, KPK Hentikan Pencekalan Pemilik Maktour.

20/02/2026
makan bergizi gratis
Nasional

Mitra Makan Bergizi Gratis Diguyur Insentif Rp 6 Juta Sehari.

20/02/2026
jcc
Nasional

Batik Miliaran di JCC Hilang! Polisi Akhirnya Tangkap 3 Pelaku.

17/02/2026
Lucky
Nasional

Lucky Widja Element Berpulang, Kenangan Lagu Tak Terlupakan

26/01/2026
keraton
Nasional

Konflik Keraton Memanas, Ancaman Gugatan PTUN

19/01/2026
ferry irawan
Nasional

Di Balik Tragedi Pesawat ATR, Kisah Ferry Irawan

19/01/2026
Next Post
pik 2

PIK 2 Dihapus dari PSN, Proyek Raksasa Aguan Kandas!

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.