Jurnal Pelopor – Bintang Brasil, Neymar, meledak di media sosial setelah hasil Ballon d’Or 2025 diumumkan. Ia tak terima melihat rekan senegaranya, Raphinha, hanya menempati posisi kelima. Komentar singkat Neymar di Instagram menjadi sorotan dunia.
“Raphinha di tempat kelima adalah lelucon,” tulis eks pemain Barcelona dan PSG itu.
Komentar tersebut cepat viral, mendapat ribuan respons, dan memicu perdebatan hangat di kalangan fans sepak bola.
Hasil Ballon d’Or 2025
Penghargaan bergengsi Ballon d’Or tahun ini berlangsung meriah di Paris, Selasa (23/9) dini hari WIB. Ousmane Dembele akhirnya meraih trofi emas setelah membawa PSG juara Liga Champions. Di belakangnya, bintang muda Barcelona Lamine Yamal berada di peringkat kedua, Vitinha di posisi ketiga, Mohamed Salah keempat, dan Raphinha melengkapi lima besar.
Bagi sebagian kalangan, pencapaian ini terasa mengejutkan. Banyak yang menilai kontribusi Raphinha musim lalu jauh lebih menonjol dibanding beberapa pemain di atasnya.
Musim Gemilang Raphinha
Musim 2024/2025 adalah salah satu musim terbaik dalam karier Raphinha. Bersama Barcelona, winger berusia 28 tahun itu tampil konsisten dengan torehan 13 gol dan delapan assist di Liga Champions. Catatan tersebut bahkan melampaui rekor Lionel Messi pada musim bersejarah 2011/2012.
Selain itu, ia juga mencetak 18 gol di La Liga, membantu Barcelona meraih gelar juara. Performanya membuat banyak analis menyebut Raphinha sebagai salah satu winger paling mematikan di Eropa saat ini.
Perdebatan soal Kriteria Penilaian
Kritik Neymar kembali membuka diskusi lama tentang kriteria Ballon d’Or. Apakah penghargaan ini semestinya lebih menekankan kontribusi individu sepanjang musim, ataukah capaian kolektif seperti gelar Liga Champions lebih menentukan?
Dalam hal ini, Dembele diuntungkan karena menjadi motor utama PSG saat merebut Liga Champions. Sementara Raphinha, meski gemilang secara statistik, dinilai kalah pamor karena gagal menjuarai kompetisi Eropa.
Dukungan Neymar untuk Rekan Senegaranya
Sebagai sosok senior di Timnas Brasil, Neymar tak ragu membela juniornya. Ia menilai pencapaian Raphinha patut diapresiasi lebih tinggi. Dukungan itu sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Neymar melihat Raphinha sebagai salah satu penerus kejayaan Brasil di kancah sepak bola dunia.
Komentarnya yang keras seolah menjadi bentuk frustrasi Neymar atas seringnya pemain Brasil “dikesampingkan” dalam penghargaan individu bergengsi beberapa tahun terakhir.
Raphinha Tetap Tenang
Meski mendapat dukungan besar, Raphinha sendiri memilih bersikap bijak. Ia mengatakan bahwa masuk lima besar Ballon d’Or sudah merupakan pencapaian besar dalam kariernya. Terlebih, ini kali pertama ia masuk daftar 30 besar kandidat, langsung melesat ke posisi lima besar.
“Saya bangga dengan musim yang saya jalani. Bisa masuk lima besar Ballon d’Or adalah sebuah kehormatan,” ucapnya dalam wawancara singkat.
Brasil dan Harapan Baru
Keberhasilan Raphinha menembus lima besar juga dipandang sebagai simbol kebangkitan Brasil. Negara Samba yang dikenal sebagai gudangnya talenta dunia, kini kembali punya nama besar di level Eropa setelah era Neymar.
Jika performanya konsisten, bukan tak mungkin Raphinha bisa menjadi kandidat serius peraih Ballon d’Or di masa depan.
Kontroversi yang Belum Usai
Seperti tahun-tahun sebelumnya, hasil Ballon d’Or selalu memicu pro-kontra. Pernyataan Neymar menambah panas suasana, membuat nama Raphinha semakin ramai diperbincangkan. Meski trofi tahun ini jatuh ke tangan Dembele, diskusi tentang siapa yang paling pantas jelas belum akan berakhir.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:






