Jurnal Pelopor — Perdebatan siapa pelatih terbaik sepanjang masa kembali mencuat: Sir Alex Ferguson atau Pep Guardiola. Dua sosok legendaris yang identik dengan dominasi Manchester United dan Manchester City ini sama-sama menorehkan jejak besar di panggung sepak bola dunia. Namun, legenda Prancis Zinedine Zidane sudah menjatuhkan pilihannya.
Dalam wawancara eksklusif bersama The Guardian pada 2020, Zidane yang kala itu masih menjabat sebagai pelatih Real Madrid mengaku sangat mengagumi Guardiola. Ia bahkan menegaskan bahwa Guardiola adalah pelatih terbaik yang pernah ada.
“Dia selalu membuktikan dirinya sebagai yang terbaik: pertama di Barcelona, lalu di Munich, sekarang di Manchester,” ujar Zidane.
“Saya pernah datang untuk belajar darinya. Dia sangat jujur kepada kami. Dia banyak bercerita, memberi saya nasihat, kami banyak berdiskusi. Meski pada akhirnya setiap orang punya cara berbeda, tapi percakapan itu sangat, sangat menarik.”
Pernyataan itu datang dari seorang Zidane yang membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions tiga kali beruntun (2016–2018), sesuatu yang bahkan belum pernah dilakukan oleh Guardiola atau Ferguson sekalipun. Hal ini membuat pernyataannya semakin diperhatikan publik.
Guardiola Angkat Topi pada Ferguson
Meski mendapat pujian besar dari Zidane, Guardiola justru menunjukkan respek tinggi terhadap Sir Alex Ferguson. Dalam sebuah wawancara dengan The Mirror pada 2024, Pep menegaskan bahwa Ferguson tetap berada di posisi teratas dalam daftar pelatih terbaik sepanjang sejarah.
“Di negara ini dan di seluruh dunia, Sir Alex Ferguson adalah yang terbaik,” kata Guardiola.
“Dari segi waktu, pergantian tim, jumlah trofi… dia yang terbaik. Bisa berada dekat dengan salah satu manajer terpenting sepanjang masa sudah lebih dari cukup. Itu kehormatan luar biasa, bukan hanya untuk saya, tapi juga staf, asisten, dan para pemain yang pernah saya latih.”
Guardiola juga menyinggung soal pencapaian Ferguson yang luar biasa, terutama rekor Manager of the Month di Premier League yang masih jauh meninggalkan catatan pribadinya hingga saat ini. Baginya, Ferguson adalah simbol konsistensi dan kejayaan panjang yang sulit ditandingi.
Tidak Terobsesi Label “Terbaik”
Meskipun terus disebut-sebut dalam perbandingan, Guardiola menegaskan bahwa dirinya tidak terobsesi menyandang label “pelatih terbaik sepanjang masa.”
“Bagi fans United, jawabannya selalu Sir Alex. Itu tidak masalah sama sekali. Saya tidak bilang saya manajer buruk, kalau tidak saya tidak akan bertahan di sini selama ini dan meraih sukses. Tapi, soal terbaik atau tidak, percayalah, itu tidak penting,” tegas Guardiola.
Ucapan ini mencerminkan sikap rendah hati Guardiola yang tetap fokus pada tim dan proses, bukan pada pengakuan pribadi. Ia merasa cukup mendapat kehormatan bisa bersaing dan disebut-sebut bersama nama besar seperti Ferguson.
Dua Era Keemasan Berbeda
Sir Alex Ferguson membangun kejayaan Manchester United selama lebih dari 26 tahun, meraih 13 gelar Premier League, dua Liga Champions, dan total 38 trofi sepanjang kariernya di Old Trafford. Di sisi lain, Pep Guardiola sudah menorehkan lebih dari 35 trofi bersama Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City, termasuk treble winner musim 2022/2023 bersama City.
Dua sosok ini mewakili dua era keemasan yang berbeda: Ferguson dengan kekuatan jangka panjangnya, dan Guardiola dengan revolusi taktik modern yang mengubah wajah sepak bola.
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:






