Jurnal Pelopor – Bek kiri Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, resmi melanjutkan karier ke Prancis setelah menuntaskan transfer ke Lille OSC di penghujung bursa musim panas 2025. Usai tampil membela Garuda dalam uji coba kontra Lebanon di Surabaya, Senin (8/9/2025), pemain berusia 28 tahun itu langsung bertolak ke Prancis untuk bergabung dengan klub barunya.
Dalam laga melawan Lebanon, Verdonk tampil sebagai starter dan diplot Patrick Kluivert sebagai bek tengah sekaligus gelandang bertahan. Ia bermain selama 60 menit sebelum digantikan Thom Haye. Meski tidak bermain penuh, statistiknya terbilang impresif: 76 umpan sukses, satu blok, dua sapuan, tiga intersep, dan empat kali recoveries. Ratingnya pun cukup tinggi, yakni 8,5 menurut Lapangbola.
Resmi Berseragam Lille
Transfer Calvin Verdonk dari NEC Nijmegen ke Lille tercatat senilai €3 juta (sekitar Rp58 miliar) dengan kontrak berdurasi hingga 2028. Kepindahan ini sekaligus menjadikan Verdonk sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di kompetisi Ligue 1 Prancis.
Kedatangannya menambah kedalaman skuad Les Dogues, terutama di sisi kiri pertahanan. Media Prancis menilai Verdonk sebagai bek sayap komplet karena mampu bermain fleksibel: bek kiri, bek tengah kiri, maupun gelandang bertahan.
Selain bersaing di Ligue 1, Verdonk juga berkesempatan tampil di pentas Liga Europa 2025/2026, di mana Lille akan menghadapi klub-klub kuat seperti Aston Villa, Porto, Real Betis, Bologna, hingga Nottingham Forest.
Potensi Debut Akhir Pekan
Lille dijadwalkan melakoni laga pekan keempat Ligue 1 2025/2026 melawan Toulouse di Stadion Pierre-Mauroy, Minggu (14/9/2025). Publik menantikan apakah pelatih Bruno Génésio akan langsung memberi kesempatan debut bagi Verdonk atau masih menyimpannya di bangku cadangan.
Namun, peluangnya tidak serta-merta mudah. Romain Perraud, bek kiri andalan Lille, sedang dalam performa impresif. Ia selalu tampil sebagai starter di tiga laga awal Ligue 1 dan bahkan mencetak satu gol serta satu assist ketika Lille menggilas Lorient 7-1 pada pekan ketiga.
Dengan catatan itu, Verdonk perlu bekerja keras menunjukkan kualitasnya agar bisa mencuri perhatian Génésio dan mendapatkan menit bermain reguler.
Tantangan dan Harapan
Persaingan internal menjadi ujian pertama Verdonk di Lille. Selain Perraud, ada pula beberapa pemain serba bisa yang bisa mengisi posisi bek kiri bila diperlukan. Kendati demikian, kemampuan Verdonk yang bisa bermain di beberapa posisi bertahan memberi nilai tambah tersendiri.
Bagi sepak bola Indonesia, kiprah Verdonk di Ligue 1 memiliki arti penting. Setelah Marselino Ferdinan (KAS Eupen, Belgia) dan Ragnar Oratmangoen (FC Utrecht, Belanda), kini ada pemain Garuda yang tampil di kasta tertinggi sepak bola Prancis. Kehadiran Verdonk bisa membuka jalan lebih banyak pemain Indonesia merumput di kompetisi elite Eropa.
Fokus ke Timnas Indonesia
Selain perjalanan barunya bersama Lille, Verdonk tetap akan jadi andalan Timnas Indonesia. Bulan depan, skuad Garuda akan menghadapi tantangan berat di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Irak. Pengalaman berharga yang ia dapatkan di Prancis diharapkan bisa menambah kualitas permainan lini belakang Garuda.
Dengan jadwal padat antara klub dan timnas, tenaga Calvin Verdonk benar-benar akan sangat dibutuhkan. Kini, publik Indonesia dan fans Lille hanya tinggal menunggu.
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:






