Jurnal Pelopor – Biliar selama ini dikenal sebagai olahraga yang menuntut ketangkasan, fokus, strategi, dan kesabaran. Meski kerap diasosiasikan dengan hiburan semata, kenyataannya biliar memiliki manfaat penting dalam melatih konsentrasi, kesabaran, sekaligus kemampuan mengambil keputusan.
Di kota-kota besar, arena biliar bahkan berkembang menjadi ruang interaksi lintas generasi. Tidak hanya pemain profesional, pemula pun bisa ikut serta menikmati atmosfer kompetisi yang hangat tanpa tekanan berlebihan. Hal inilah yang menjadikan biliar sebagai olahraga inklusif, terbuka bagi semua usia maupun latar belakang.
Turnamen Biliar untuk Rayakan Kemerdekaan

Semangat inklusivitas itu terlihat dalam gelaran Megajaya Billiard Tournament 2025 yang berlangsung di Petujuh Billiard, Glodok Plaza, Jakarta Barat, Sabtu (16/8/2025). Turnamen ini diselenggarakan oleh Platform Megajaya dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80.
“Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebuah fun tournament untuk menghibur dan mempererat hubungan di antara komunitas biliar,” ujar Chairman Platform Megajaya, Junaidy Halim.
Hadiah dan Kebersamaan Jadi Magnet
Berbeda dengan kompetisi formal, turnamen ini dirancang agar setiap peserta bisa pulang dengan pengalaman menyenangkan. Panitia menyiapkan hadiah dan merchandise eksklusif, bukan hanya untuk pemenang, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta.
Bahkan CEO Platform Megajaya, Djohan Halim, ikut turun langsung ke meja permainan.
“Kami ingin semua yang hadir merasakan suasana hangat dan penuh kebersamaan,” katanya.
Tamu Spesial Hadirkan Inspirasi
Keseruan turnamen semakin lengkap dengan kehadiran Jason Keitaro, Content Creator Billiard Indonesia yang diundang khusus. Jason menekankan pentingnya menjaga nilai sportivitas.
“Sportivitas adalah yang utama, dan kami ingin memastikan semua orang menikmatinya,” tuturnya.
Kehadiran Jason diharapkan memberi inspirasi bagi peserta, sekaligus menegaskan bahwa ajang ini lebih mengutamakan persahabatan daripada sekadar mengejar gelar juara.
Apa Kata Mereka?
Beberapa peserta juga membagikan pengalaman mereka. Sultan Nanta, yang berhasil lolos ke 16 besar, mengaku senang sekaligus deg-degan.
“Thank you banget sudah diberikan kesempatan mengikuti tournamen ini. Walaupun sudah pernah ikut beberapa event, rasanya tetap menegangkan. Bertemu lawan yang kemampuannya di atas rata-rata itu tantangan tersendiri. Tapi di atas meja biliar semua bisa terjadi. Salut untuk panitia yang sudah mengadakan event ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Edy Triawan menekankan pentingnya mengendalikan diri.
“Musuh yang paling susah sebetulnya adalah diri sendiri. Kita bisa lengah dan membuat kesalahan yang berujung pada kekalahan,” ujarnya.
Panggung Sang Juara

Turnamen ini akhirnya melahirkan tiga juara utama.
-
Juara 1: Edy Triawan – Rp3.000.000
-
Juara 2: Hansel Tjioe – Rp2.000.000
-
Juara 3: Alfonsius Pratama – Rp1.000.000
Selain hadiah uang tunai, para juara juga mendapatkan penghargaan berupa merchandise eksklusif.
Dukungan Sponsor dan Harapan Positif
Acara ini juga didukung oleh TOYO INTL dan POWERTEC sebagai sponsor utama. Kolaborasi ini memperkuat kesan bahwa turnamen bukan hanya soal olahraga, tetapi juga wadah untuk membangun kebersamaan, hiburan, sekaligus semangat kemerdekaan.
Dengan konsep santai namun penuh makna, Megajaya Billiard Tournament 2025 diharapkan meninggalkan kesan positif bagi peserta, penonton, maupun komunitas biliar Indonesia.
Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini menjadi simbol bahwa olahraga bisa menjadi jembatan kebersamaan lintas generasi, mempererat solidaritas, sekaligus merayakan semangat 80 tahun Indonesia merdeka.
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:






