Jurnal Pelopor – Karier dua pelatih top dunia, Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer, resmi kandas di Liga Turki. Pada Jumat (29/8/2025), Besiktas memutuskan kerja sama dengan Solskjaer, sementara beberapa jam kemudian giliran Fenerbahce mengumumkan pemecatan Mourinho. Menariknya, kedua sosok ini punya benang merah: sama-sama pernah menukangi Manchester United.
Solskjaer Tersingkir Usai Gagal di Conference League
Besiktas hanya butuh beberapa bulan untuk mengakhiri kerja sama dengan Solskjaer. Keputusan itu muncul setelah kegagalan klub melaju ke fase liga UEFA Conference League. Pada leg pertama melawan Lausanne di Swiss, Besiktas hanya bermain imbang 1-1. Namun, saat tampil di kandang, tim malah kalah 0-1 dan tersingkir dengan agregat 1-2.
Manajemen klub langsung menggelar rapat darurat. Hasilnya, kontrak Solskjaer diputus lebih cepat. Ketua Besiktas, Serdal Adalı, menyampaikan terima kasih atas dedikasi sang pelatih meski hasilnya jauh dari harapan. Padahal, debut Solskjaer sempat menjanjikan dengan kemenangan besar atas Athletic Bilbao.
Mourinho Hanya Bertahan Dua Laga
Tak kalah mengejutkan, Fenerbahce juga mengumumkan perpisahan dengan Jose Mourinho. Padahal, musim baru Süper Lig baru berjalan dua laga. Pemecatan ini terjadi setelah Fenerbahce gagal lolos ke Liga Champions usai ditumbangkan Benfica.
Pihak klub hanya mengeluarkan pernyataan singkat yang berisi ucapan terima kasih dan doa untuk karier Mourinho. Namun, rumor menyebutkan faktor internal turut mempercepat keputusannya. Mourinho sempat bikin heboh dengan pernyataan bahwa ia tidak mengenal Wakil Presiden klub, Hamdi Akin, meski sosok itu pernah membelanya. Ketegangan politik internal ditambah start buruk musim dianggap menjadi alasan kuat pemecatan.
Benang Merah di Manchester United
Hubungan keduanya semakin menarik karena Mourinho dan Solskjaer pernah terhubung lewat kursi panas di Manchester United. Mourinho lebih dulu melatih MU pada 2016 hingga 2018, menghadirkan tiga trofi: Liga Europa, Carabao Cup, dan Community Shield.
Setelah pemecatan Mourinho, Solskjaer datang sebagai pengganti pada Desember 2018. Meski tidak meraih trofi besar, pencapaian tertingginya adalah runner-up Liga Europa 2021, saat MU kalah adu penalti dari Villarreal.
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:






