• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

“Bangunlah Jiwa dan Badan”, Pesan di Lagu Indonesia Raya

Makna Indonesia Raya di Hari Kemerdekaan ke-80: “Bangunlah jiwa dan badan” jadi pesan penting untuk kesehatan bangsa.

musa by musa
22/08/2025
in Nasional
0
“Bangunlah Jiwa dan Badan”, Pesan di Lagu Indonesia Raya
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, para ahli mengingatkan kembali makna mendalam yang terkandung dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya. Bait “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya” dinilai lebih dari sekadar lirik patriotik melainkan sebagai landasan ideologis pembangunan kesehatan fisik dan mental rakyat Indonesia.

Perayaan Kemerdekaan yang Merayakan Kesehatan

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, Ketua Tim Peneliti dari Indonesia Health Development Center (IHDC), menekankan bahwa sejak awal kemerdekaan, Indonesia telah menempatkan kesehatan sebagai prioritas.

“Indonesia memulai kemerdekaannya dengan perayaan kesehatan jiwa dan raga. Ini tercermin dari bait lagu kebangsaan kita yang sangat kuat secara ideologis dan filosofis,” kata Ray dalam pemaparannya di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Ia menyebut bahwa narasi ini diperkuat oleh kontributor studi IHDC, Karlina Leksono, yang menafsirkan bahwa pembangunan bangsa haruslah dimulai dari kesehatan mental dan fisik rakyatnya.

Ketimpangan Kesehatan Masih Jadi PR Bangsa

Meski banyak kemajuan telah dicapai, Ray mengungkapkan bahwa ketimpangan layanan kesehatan masih sangat terasa, terutama di kalangan masyarakat marginal seperti warga miskin dan mereka yang tinggal di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terpencil).

Contoh nyata ketimpangan itu, kata Ray, terlihat dari tingginya angka stunting dan masih ditemukannya kasus tragis seperti kematian anak di Sukabumi yang tubuhnya dipenuhi cacing karena keterlambatan penanganan akibat birokrasi.

Empat Celah Ketimpangan Sistem Kesehatan

IHDC mengidentifikasi empat celah utama yang menjadi penghambat pemerataan layanan kesehatan di Indonesia:

  1. Ketimpangan akses dan ketersediaan tenaga serta fasilitas kesehatan
  2. Ketimpangan pembiayaan dan jaminan kesehatan
  3. Ketimpangan literasi dan informasi kesehatan
  4. Minimnya keterlibatan masyarakat dalam proses kebijakan kesehatan

“Kesehatan tidak hanya untuk diterima. Rakyat juga harus dilibatkan sebagai pengambil keputusan, bukan hanya objek,” tegas Ray.

Enam Dimensi Inti Ideologi Kesehatan Indonesia

Dari kajian mendalam, IHDC merumuskan enam dimensi utama ideologi kesehatan Indonesia:

  1. Kedaulatan – kendali nasional atas sumber daya kesehatan
  2. Komunitas dan Solidaritas – gotong royong sebagai kekuatan dasar
  3. Kesetaraan – menjawab ketimpangan bagi kelompok rentan
  4. Ekonomi dan Jaminan Pembiayaan – sistem pembiayaan yang adil
  5. Pendidikan dan Promosi Kesehatan – gerakan literasi dari dini
  6. Tata Kelola – birokrasi yang transparan dan berbasis teknologi

Masing-masing dimensi ini dilengkapi dengan indikator keberhasilan seperti indeks literasi kesehatan, rasio tenaga medis di daerah, dan sistem audit sosial digital.

Partisipasi Rakyat: Roh dari Sistem Kesehatan Nasional

Prof. Nila F. Moeloek, Ketua Dewan Pembina IHDC dan mantan Menkes RI, menegaskan bahwa partisipasi rakyat adalah “roh utama” dari sistem kesehatan Indonesia.

“Tanpa partisipasi yang nyata dan kolektif, ideologi hanyalah slogan. Kita ingin rakyat merasa menjadi pemilik sistem kesehatan, bukan hanya pengguna yang pasrah,” ujarnya.

Kajian ini juga menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila adalah fondasi paling cocok dalam membangun sistem kesehatan berbasis keadilan substantif di Indonesia.

Sumber: Liputan6

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #IndonesiaRaya #HUTRI80 #Kemerdekaan #BangunlahJiwa #BangunlahBadan #SehatIndonesia #MaknaKemerdekaan
Previous Post

Dua Bintang Absen! Ini Skuad Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Next Post

Target Bea Cukai 2026 Naik, Rokok Tetap Jadi Sumber Terbesar

musa

musa

Related Posts

haji
Nasional

Kasus Kuota Haji, KPK Hentikan Pencekalan Pemilik Maktour.

20/02/2026
makan bergizi gratis
Nasional

Mitra Makan Bergizi Gratis Diguyur Insentif Rp 6 Juta Sehari.

20/02/2026
jcc
Nasional

Batik Miliaran di JCC Hilang! Polisi Akhirnya Tangkap 3 Pelaku.

17/02/2026
Lucky
Nasional

Lucky Widja Element Berpulang, Kenangan Lagu Tak Terlupakan

26/01/2026
keraton
Nasional

Konflik Keraton Memanas, Ancaman Gugatan PTUN

19/01/2026
ferry irawan
Nasional

Di Balik Tragedi Pesawat ATR, Kisah Ferry Irawan

19/01/2026
Next Post
bea

Target Bea Cukai 2026 Naik, Rokok Tetap Jadi Sumber Terbesar

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.