Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the jnews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Rakyat Dibohongi! Skandal Beras Rugikan Konsumen Triliunan - Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Rakyat Dibohongi! Skandal Beras Rugikan Konsumen Triliunan

Kementan ungkap manipulasi dagang beras di tengah lonjakan produksi, berpotensi rugikan konsumen hingga Rp99,35 triliun.

musa by musa
28/06/2025
in Nasional
0
beras
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap praktik manipulasi dalam perdagangan beras yang berpotensi merugikan konsumen hingga Rp99,35 triliun. Dugaan ini muncul meski produksi padi nasional tengah mengalami lonjakan tertinggi dalam 57 tahun terakhir.

Produksi Melimpah, Harga Tak Wajar

Menteri Pertanian menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya menemukan anomali di pasar, khususnya terkait harga dan mutu beras. Padahal, hingga Juni 2025, stok beras nasional mencapai 4,15 juta ton, angka yang seharusnya mampu menekan harga dan menjaga pasokan.

Namun, saat pengecekan di 10 provinsi dan kota besar, ditemukan sejumlah kejanggalan: mulai dari mutu beras yang tidak sesuai, kemasan yang tidak akurat, hingga harga eceran yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Ini ada yang tidak beres. Kami cek kualitas, timbangan, bahkan merek, ternyata banyak yang tidak sesuai dengan standar. Ini patut diduga ada unsur kecurangan,” ungkap Menteri Pertanian, Jumat (27/6/2025).

Hasil Temuan: Mayoritas Tak Sesuai Standar

Kementan bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan, Kejaksaan, dan Kepolisian untuk melakukan pengecekan langsung. Proses ini dilakukan dengan dukungan 13 laboratorium di 10 provinsi agar hasil akurat dan obyektif.

Dari 136 sampel beras premium, ditemukan:

  • 85,56% tidak sesuai mutu,
  • 59,78% melampaui HET,
  • 21,66% tidak sesuai berat kemasan.

Untuk beras medium (76 merek):

  • 88,24% tidak sesuai mutu,
  • 95,12% melampaui HET,
  • 9,38% tidak sesuai berat.

Sanksi Menanti Pengusaha Nakal

Mentan menegaskan bahwa hasil temuan ini bukan sekadar dugaan. Total kerugian akibat manipulasi mutu dan harga beras ditaksir mencapai Rp99,35 triliun. Oleh sebab itu, para pengusaha diberikan batas waktu 14 hari untuk memperbaiki praktik usahanya.

“Kalau dalam dua minggu tidak berbenah, kami akan ambil tindakan hukum. Tidak boleh lagi ada yang menjual beras di atas HET. Kalau masih ditemukan, bersiap berhadapan dengan negara,” tegasnya.

Lokasi Sampel dan Arah Kebijakan

Sebanyak 268 sampel diambil antara 6–23 Juni 2025 dari berbagai wilayah, termasuk Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), pasar di Jabodetabek, Sulawesi Selatan, Lampung, Aceh, Kalimantan Selatan, hingga seluruh Pulau Jawa.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Kementan dalam mengawasi distribusi pangan nasional secara lebih ketat dan transparan. Tujuan utamanya adalah melindungi masyarakat dari praktik spekulatif yang merugikan.

Sumber: Tribrata News

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Kementan #PerdaganganBeras #ManipulasiHarga #KrisisPangan #LonjakanProduksi #BerasIndonesia #PadiNasional #EkonomiRakyat #HargaPangan #JurnalPelopor
Previous Post

Geger! Kejagung Cekal Nadiem Makarim ke Luar Negeri

Next Post

5,5 Jam Getaran Lahar Hujan di Semeru, Warga Diminta Siaga

musa

musa

Related Posts

kayu
Nasional

Pabrik Kayu di Lamongan Terbakar, Api Menjalar Dengan Cepat

25/09/2026
erin
Nasional

Rieke Jelaskan Alasan Dampingi Eks ART Erin Lapor Polisi

25/09/2026
lapas
Nasional

Yusril Minta Temuan Lapas Cibinong Dicek, Pegawai Bisa Disanksi

25/09/2026
Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso
Nasional

Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso

23/09/2026
Suahasil Dorong Pengawasan Pajak dan Bea Cukai Lebih Tajam
Nasional

Suahasil Dorong Pengawasan Pajak dan Bea Cukai Lebih Tajam

22/09/2026
ponorogo
Nasional

Prabowo Tiba di Ponorogo, Hadiri Puncak 100 Tahun Gontor

19/09/2026
Next Post
semeru

5,5 Jam Getaran Lahar Hujan di Semeru, Warga Diminta Siaga

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.