Jurnal Pelopor – Langit Timur Tengah kembali memerah. Di bawah tajuk “Operasi Herald of Victory”, Iran resmi meluncurkan serangan rudal ke fasilitas militer Amerika Serikat pada Senin malam (23/6), sebagai aksi balasan atas gempuran udara AS terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan sehari sebelumnya.
Serangan ke Qatar Dikonfirmasi: Satu Rudal Lolos
Target pertama adalah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, markas penting Komando Pusat AS (CENTCOM) sekaligus pangkalan terbesar Amerika di Timur Tengah. Iran melepaskan 19 rudal balistik, dan meski sistem pertahanan udara Qatar berhasil mencegat 18 di antaranya, satu rudal sempat menembus dan menghantam fasilitas militer ringan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa atau kerusakan besar. Pemerintah Qatar langsung mengutuk pelanggaran wilayah udaranya dan menyerukan penyelesaian melalui diplomasi. Presiden AS Donald Trump turut mengonfirmasi serangan, menyebut situasi “di bawah kendali” dan seluruh pasukan “dalam kondisi aman”.
Serangan ke Irak: Fakta atau Ilusi?
Iran juga mengklaim bahwa pangkalan militer AS di Irak, Ain al-Assad, telah menjadi sasaran. Laporan media pemerintah Iran dan sejumlah outlet internasional seperti Sky News dan AP mengutip pejabat Irak yang menyebut adanya “aktivitas mencurigakan” di sekitar provinsi Anbar.
Namun, pernyataan itu segera dibantah oleh pejabat militer AS yang menyebut tidak ada serangan langsung ke pangkalan Irak. Menurut sumber Pentagon, alarm rudal di Ain al-Assad kemungkinan dipicu oleh puing rudal Iran yang melintas di udara Irak, kemungkinan besar adalah rudal yang salah arah saat ditujukan ke Israel.
Lokasi-Lokasi Strategis AS di Kawasan
Meski klaim ke Irak masih belum terbukti, AS memiliki jaringan pangkalan militer penting yang berpotensi menjadi target berikutnya:
- Ain al-Assad di Irak barat, pusat pasukan darat AS.
- Erbil Air Base di Irak utara, basis operasi anti-ISIS.
- Tower 22 di Yordania, yang kerap disorot milisi pro-Iran.
Situasi Regional Makin Tak Terkendali
Serangan rudal Iran terjadi di tengah eskalasi perang Iran-Israel yang sudah menelan lebih dari 400 korban sipil Iran akibat gempuran udara Israel sejak 13 Juni. Kini, dengan menyerang pangkalan militer AS, Iran secara terbuka menarik Washington masuk ke medan konfrontasi langsung.
Kuwait, Bahrain, dan UEA sempat menutup ruang udara mereka, mencerminkan ketegangan yang menyelimuti seluruh kawasan Teluk. Meski telah dibuka kembali, rasa genting belum mereda.
Kesimpulan: Panggung Perang Kian Terbuka
Dari dua target yang diklaim Iran, hanya serangan ke Qatar yang telah dikonfirmasi secara resmi. Klaim ke Irak masih simpang siur, dibayang-bayangi kemungkinan alarm palsu dan manipulasi informasi dalam perang psikologis kedua pihak.
Namun satu hal sudah pasti: garis batas antara konflik Iran-Israel dan keterlibatan Amerika Serikat telah kabur. Dunia kini menyaksikan ketegangan dengan napas tertahan, menanti apakah diplomasi mampu meredam bara, atau justru pecah menjadi perang regional besar-besaran?
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:







