Jurnal Pelopor – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia resmi meningkatkan status KBRI Teheran dari Siaga II menjadi Siaga I per Kamis (19 Juni 2025), menyusul memburuknya kondisi keamanan di Iran akibat meningkatnya konflik bersenjata antara Iran dan Israel.
Situasi Konflik Memburuk
Konflik ini memuncak setelah serangan Israel pada 13 Juni 2025 menghantam wilayah sipil dan dugaan fasilitas nuklir Iran. Serangan ini memicu balasan besar dari Iran pada 14 Juni, yang menargetkan fasilitas ekonomi utama Israel. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan perang terbuka antara kedua negara.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan bahwa situasi telah mengancam keselamatan WNI.
“Serangan tidak lagi menyasar target militer saja, tapi sudah menyasar warga sipil. Maka saya putuskan menaikkan status kedutaan di Teheran ke Siaga I,” kata Sugiono dalam keterangan resminya.
386 WNI di Iran: Mayoritas Pelajar
Data dari Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI menyebutkan terdapat 386 WNI yang masih tinggal di Iran, mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa yang berdomisili di Kota Qom, pusat pendidikan agama Islam Syiah di Iran.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Luar Negeri mulai menyusun rencana kontijensi evakuasi, termasuk mempersiapkan jalur keluar melalui negara-negara tetangga seperti Turki, Irak, dan Uni Emirat Arab.
“Kami sudah berkoordinasi dengan negara tetangga Iran, agar saat evakuasi dilakukan, WNI diberi kemudahan untuk melintasi perbatasan,” lanjut Sugiono.
Status di Israel: 194 WNI Terancam
Tak hanya di Iran, 194 WNI juga masih berada di wilayah Israel, khususnya di Kota Arafat bagian selatan. Mereka kebanyakan adalah peserta program magang pendidikan, dan kini turut dalam pemantauan Kementerian Luar Negeri untuk kemungkinan evakuasi jika situasi memburuk.
Upaya Diplomasi dan Koordinasi
Pemerintah RI juga melakukan pendekatan diplomatik ke negara-negara OKI dan PBB agar tekanan internasional segera dihimpun untuk mencegah eskalasi konflik lebih luas di Timur Tengah.
Indonesia bahkan telah menginisiasi seruan bersama negara-negara OKI agar mengecam agresi Israel dan mendesak gencatan senjata segera dilakukan untuk mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar.
Ringkasan Langkah Pemerintah RI:
- Status KBRI Teheran dinaikkan ke Siaga I
- Rencana evakuasi darurat disiapkan untuk 386 WNI di Iran
- Koordinasi lintas negara untuk jalur evakuasi aman
- Pemantauan dan pendataan juga dilakukan terhadap 194 WNI di Israel
- Diplomasi aktif Indonesia melalui OKI dan forum internasional
Sumber: Kompas
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:







