Jurnal Pelopor – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim militer Israel telah membunuh Mohammed Sinwar pemimpin de-facto Hamas di Gaza sekaligus saudara dari Yahya Sinwar, tokoh utama serangan 7 Oktober 2023. Jenazahnya dikabarkan ditemukan di jaringan terowongan bawah Rumah Sakit Eropa di Khan Younis, Gaza selatan.
Mohammed Sinwar: Pewaris Perlawanan Setelah Yahya Gugur
Mohammed Sinwar naik sebagai pemimpin utama Hamas setelah kematian Yahya Sinwar dalam serangan Israel pada Oktober 2024. Ia disebut memegang peran kunci dalam pengambilan keputusan, termasuk negosiasi sandera dan pengelolaan Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas. Ia juga diduga menggantikan Mohammed Deif yang lebih dulu tewas.
Diburu dan Dihilangkan di Bawah Rumah Sakit
Militer Israel menyebut Mohammed Sinwar tewas dalam serangan udara pada 13 Mei 2025. Tiga minggu kemudian, jenazahnya ditemukan di terowongan bawah tanah tepat di bawah ruang gawat darurat RS Eropa. Proses identifikasi dilakukan melalui tes DNA. Barang-barang pribadi dan bukti intelijen lain juga ditemukan di lokasi.
Kontroversi: Serangan ke RS Dianggap Langgar Hukum Internasional
Israel mengklaim rumah sakit tersebut dijadikan pusat komando Hamas. Namun, serangan terhadap fasilitas medis tetap menuai kecaman internasional. Arab Saudi dan sejumlah negara mengecam keras tindakan militer Israel yang dianggap membahayakan warga sipil dan melanggar hukum humaniter.
Kematian Sinwar Klaim Besar Israel, Tapi Konflik Belum Usai
Kematian Mohammed Sinwar disebut sebagai pencapaian strategis oleh Israel, namun belum ada respons resmi dari pihak Hamas. Di tengah klaim kemenangan ini, krisis kemanusiaan di Gaza terus berlanjut. Dunia kini menanti, apakah ini akan membawa perubahan arah konflik atau justru memicu babak baru ketegangan di Timur Tengah.
Sumber: Detik.com
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







