Jurnal Pelopor, Bojonegoro – Ribuan langkah kecil berbaris rapi di Alun-Alun Bojonegoro pada Rabu, 28 Mei 2025. Suara talbiyah berkumandang dari para peserta didik yang antusias mengikuti kegiatan Manasik Haji Terpadu yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Ummat Bojonegoro. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen simulasi ibadah, tetapi juga media pembinaan karakter Islami yang menginspirasi dan membekas di hati anak-anak.
Kolaborasi Pendidikan dari Tingkat TPA hingga SMP

Manasik haji tahun ini diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan yayasan, yaitu:
- TPA-KB-TKIT Permata Hati Bojonegoro
- SDIT Insan Permata Bojonegoro
- SMPIT Insan Permata Bojonegoro
Sementara itu, lembaga TPA-KB-TKIT Permata Hati Sumberrejo menyelenggarakan kegiatan serupa secara terpisah di Lapangan Simbatan, Kecamatan Kanor. Kegiatan ini memperlihatkan sinergi antar-lembaga dalam membentuk generasi yang religius dan cerdas secara spiritual.
Pembukaan yang Khidmat dan Penuh Makna
Acara dimulai dengan tilawah Al-Qur’an oleh siswi SMPIT yang membuat suasana pagi menjadi syahdu dan penuh semangat ibadah. Ketua Yayasan Bina Ummat, Ustadz Lukman Rovi, ST, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya memahami tata cara ibadah haji sesuai tuntunan syariat. Sementara itu, Wakil Ketua MUI Bojonegoro, DR KH. Chamim Asyari, M.Pd.I, menekankan bahwa ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang memerlukan kesungguhan, ilmu, dan persiapan sejak dini.
Simulasi Ibadah Haji: Dari Arafah hingga Tahalul

Sebagai pembimbing utama, Ustadz Wartono, S.Ag memberikan pengarahan sebelum manasik dimulai. Kegiatan diawali dengan Wukuf di Arafah, disampaikan oleh Ustadz Mashudi, S.Pd, di mana peserta diajak merenungi makna doa dan penghambaan kepada Allah.
Selanjutnya, peserta bergerak ke Muzdalifah, memungut kerikil sebagai simbol kesiapan melawan hawa nafsu, dan kemudian ke Mina untuk melempar Jumrah Aqobah. Peserta juga melakukan prosesi Tahalul Awal, Thawaf mengelilingi Ka’bah, shalat dua rakaat di Masjidil Haram, hingga meminum air zam-zam sebagai bentuk syukur dan keberkahan.
Sa’i dan Nilai Keteladanan Hajar
Meski lelah, peserta tetap semangat menjalankan Sa’i sebanyak tujuh kali antara Shafa dan Marwah. Anak-anak diajak meneladani ketabahan Hajar dalam mencari air bagi Nabi Ismail, menanamkan nilai perjuangan dan kasih sayang dalam balutan ibadah.
Menanam Nilai-Nilai Ketakwaan Sejak Usia Dini
Kegiatan diakhiri dengan prosesi Tahalul dan melempar tiga Jumrah di hari-hari Tasyriq. Tak hanya menjadi simulasi, manasik ini menjadi bekal spiritual dan moral. Dengan pendekatan langsung, anak-anak lebih mudah memahami nilai-nilai ibadah, seperti kesabaran, ketulusan, dan disiplin.
Melalui manasik haji terpadu ini, Yayasan Bina Ummat Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk membentuk karakter Islami sejak usia dini, sehingga kelak generasi penerus siap menunaikan haji secara benar dan bermakna.
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







