Jurnal Pelopor – Indonesia kini memasuki babak baru dalam sektor tambang. Dua pabrik pengolahan emas milik PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) resmi beroperasi dan ditargetkan menghasilkan total 70–80 ton emas per tahun. Hal ini diungkapkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Human Capital Summit 2025.
Pabrik Freeport yang berada di JIIPE Gresik, Jawa Timur, menjadi penyumbang terbesar dengan kapasitas 50–60 ton emas. Sementara itu, pabrik Amman di Sumbawa Barat, NTB, menghasilkan 18–22 ton emas per tahun.
“Dulu nilai tambahnya kita ekspor mentah. Sekarang, emas diproses di dalam negeri. Ini kemajuan besar,” ujar Bahlil.
Siapa Pemilik Pabrik Ini?
PT Freeport Indonesia adalah anak usaha dari Freeport-McMoRan Inc. yang berbasis di AS, namun kini mayoritas sahamnya telah dikuasai Indonesia melalui holding tambang BUMN, MIND ID (51%), sementara Freeport-McMoRan memegang 49%.
Sementara itu, PT Amman Mineral Nusa Tenggara adalah perusahaan tambang milik swasta nasional. Pemilik utamanya adalah PT AP Investment yang dikendalikan oleh pengusaha muda Garibaldi “Boy” Thohir, saudara dari Menteri BUMN Erick Thohir. Amman mengakuisisi tambang Batu Hijau dari Newmont pada 2016 dan kini berkembang pesat.
Proyek Hilirisasi Tak Berhenti di Emas
Pemerintah tak mau berhenti hanya pada emas. Menurut Bahlil, Indonesia juga tengah mempercepat hilirisasi ke sektor turunan seperti tembaga, kabel, hingga copper oil. Ini jadi bagian dari strategi besar agar Indonesia tak lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah.
Indonesia Siap Pimpin Pasar Tembaga Dunia
Selain emas, Indonesia juga diperkirakan menjadi produsen katoda tembaga terbesar kelima di dunia, dengan target produksi hingga 1,5 juta ton per tahun. Dua pabrik dari Freeport dan Amman akan jadi tulang punggung produksi ini. Artinya, RI akan memiliki peran penting dalam pasar tembaga global yang makin strategis seiring transisi energi dunia.
“Indonesia akan jadi pemain besar di rantai pasok logam strategis dunia,” kata Bahlil.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







