Jurnal Pelopor, Lamongan – Di tengah rutinitas yang makin padat dan gaya hidup individualis, masih ada sekelompok anak muda di Lamongan yang memilih jalan berbeda: menebar kepedulian kepada sesama. Mereka menamakan diri Komunitas Pejuang Nasi. Berdiri sejak tahun 2018, komunitas ini konsisten hadir setiap bulan untuk berbagi nasi kepada masyarakat yang membutuhkan. Lebih dari itu, kiprah mereka pun berkembang luas ke berbagai aksi sosial lain yang menyentuh hati.
Lahir dari Gerakan Sederhana
Awalnya, Pejuang Nasi hanya fokus pada kegiatan berbagi nasi di sekitar Lamongan. Setiap bulan, minimal 50 bungkus nasi dibagikan secara langsung kepada warga yang membutuhkan, mulai dari tukang becak, pemulung, hingga lansia yang hidup sebatang kara. Seiring waktu, jumlah nasi yang dibagikan pun pernah mencapai 150 bungkus.
Menurut Moch. Muzaki, Ketua Komunitas Pejuang Nasi 2025, berbagi nasi menjadi simbol awal dari kepedulian.
“Dari nasi, kami ingin membangun empati. Karena kebutuhan pokok seperti makan adalah hak semua orang. Maka nama Pejuang Nasi kami pilih, agar semangat memberi tak pernah padam,” ujarnya.
Program Sosial yang Terus Berkembang
Kini, Pejuang Nasi tak hanya dikenal lewat aksi bagi-bagi makanan. Mereka aktif dalam berbagai program sosial lainnya, seperti:
- Berbagi air bersih ke wilayah yang kesulitan akses air layak.
- Sambang desa, yakni kunjungan sosial dan edukatif ke daerah-daerah terpencil.
- Hero Ramadhan, program spesial Ramadan dengan santunan kepada 100 anak yatim dan dhuafa.
- Edukasi dan motivasi, terutama untuk anak-anak dan remaja yang kurang mendapatkan akses pendidikan.
Setiap kegiatan selalu dilakukan secara gotong-royong, dibantu oleh relawan dan donatur yang peduli.
Konsistensi Meski Tak Selalu Mudah
Dalam perjalanannya, komunitas ini sempat mengalami masa jeda pada tahun 2024 karena kesibukan para anggotanya. Namun pada 2025, semangat itu kembali menyala.
“Kami sadar, kadang tenaga dan waktu terbatas. Tapi kami terus berusaha mencari solusi. Tahun ini, alhamdulillah kami kembali aktif,” ungkap Muzaki.
Ia menambahkan, pada perayaan ulang tahun ke-7 ini, Pejuang Nasi telah menggelar beberapa kegiatan seperti pembagian 50 paket sembako di bulan Ramadan, dan rencana Sambang Desa ke Madrasah Kranji, Sidodadi, Paciran pada Juli mendatang.
Harapan: Terus Istiqomah dan Lebih Berdampak
Muzaki menegaskan bahwa komunitas ini dibangun dari semangat keikhlasan dan kebersamaan. Meski tak selalu besar dalam jumlah bantuan, namun konsistensi menjadi kunci utama keberlangsungan gerakan ini.
“Kami tidak pernah menarget jumlah besar. Tapi kami ingin kegiatan ini terus berjalan. Bukan soal seberapa banyak, tapi seberapa tulus kita memberi. Semoga ke depan bisa lebih luas, lebih kuat, dan lebih banyak yang tergerak,” tuturnya.
Ayo Dukung Gerakan Baik!
Pejuang Nasi membuktikan bahwa kebaikan bisa dimulai dari hal kecil. Kamu juga bisa ikut berperan, entah sebagai relawan, donatur, atau bahkan penggerak di tempatmu sendiri. Karena berbagi bukan soal mampu, tapi soal mau.
Reporter: Nova
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







