Jurnal Pelopor – Situasi politik global dan nasional kini semakin kompleks. Indonesia berada di posisi strategis yang membutuhkan kebijakan cermat untuk menjaga stabilitas dalam negeri di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, memaparkan sejumlah insight penting dalam DBS Asian Insights Conference 2025 di Jakarta.
Prospek Politik Global: Dunia Menuju Multipolaritas
a. Peralihan Tatanan Dunia dari Unipolar ke Multipolar
- Setelah dominasi Amerika Serikat selama dua dekade pasca-Perang Dingin (dikenal dengan Pax Americana), kini dunia bergerak menuju multipolaritas.
- Munculnya kekuatan baru seperti China dan kelompok BRICS (Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan) menantang posisi AS, terutama dalam bidang teknologi, ekonomi, dan diplomasi.
- Rivalitas AS-China semakin intens, memengaruhi geopolitik dan ekonomi global.
b. China Naik sebagai Kekuatan Ekonomi Global Terbesar
- Berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP), China telah melampaui AS sebagai ekonomi terbesar dunia menurut IMF dan Bank Dunia.
- Prediksi CEBR menyatakan bahwa China secara nominal akan menyusul AS pada tahun 2029, menandai pergeseran besar dalam keseimbangan ekonomi dunia.
c. Meningkatnya Proteksionisme dan Perang Dagang
- Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih memicu eskalasi perang dagang antara AS dan China.
- Dampaknya meliputi ketidakpastian global yang meningkat, inflasi naik, dan defisit anggaran AS melebar, sehingga mengganggu stabilitas ekonomi dunia.
d. Konflik Geopolitik yang Terus Membara
- Ketegangan di berbagai wilayah seperti Ukraina, Timur Tengah, India-Pakistan, dan Laut Cina Selatan menambah risiko ketidakstabilan regional.
- Konflik-konflik tersebut juga berpotensi mengganggu perdagangan internasional dan rantai pasok global.
e. Tantangan Ekonomi Global
- Dalam DBS Asian Insights Conference 2024, disimpulkan bahwa ketidakpastian ekonomi, transisi energi, dan kebijakan fiskal negara besar akan sangat memengaruhi politik global ke depan.
- Banyak negara menghadapi tekanan menjaga stabilitas ekonomi, terutama dalam mengelola utang dan meningkatkan investasi pasca-pemilu.
Posisi dan Prospek Politik Indonesia
a. Stabil Namun Rawan Gesekan Internal
- Pemerintahan Prabowo-Gibran didukung koalisi super mayoritas di parlemen, tetapi potensi konflik antarpihak sangat besar, terutama menjelang Pemilu 2029.
- Isu sistem pemilu seperti perdebatan antara sistem proporsional terbuka dan tertutup, serta usulan penghapusan presidential threshold, menjadi sumber gesekan dalam koalisi.
b. Media dan Oposisi
- Media cenderung mendukung pemerintahan, sedangkan oposisi melemah.
- PDIP yang secara formal berada di luar pemerintahan tetap menunjukkan sikap yang condong mendukung pemerintah, menandakan kelemahan oposisi yang signifikan.
c. Tantangan dari Kelas Menengah
- Kelompok kelas menengah terdidik menunjukkan gejala ketidakpuasan, yang tercermin dalam tagar seperti #IndonesiaGelap dan #KaburAjaDulu.
- Pengalaman negara lain seperti Chile dan Bangladesh memperingatkan bahwa ketidakpuasan kelas menengah dapat berujung pada ketegangan sosial dan politik yang serius jika tidak ditangani.
d. Ketahanan Fiskal
- Indonesia memiliki defisit fiskal yang relatif rendah dibandingkan banyak negara lain, yang menunjukkan ketahanan ekonomi yang lebih baik menghadapi tekanan global.
Strategi dan Rekomendasi Kebijakan untuk Indonesia
a. Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan
- Prioritas utama adalah menjaga stabilitas dalam negeri agar iklim investasi dan pembangunan tetap kondusif.
- Mengelola friksi politik dan konflik internal dalam koalisi secara hati-hati agar tidak berdampak pada stabilitas nasional.
b. Dorong Kebijakan Ekonomi Pro-Bisnis dan Efisiensi Anggaran
- Pemerintah perlu terus mendorong kebijakan yang mendukung dunia usaha dan investasi.
- Efisiensi dalam pengelolaan anggaran penting untuk memastikan dana publik digunakan secara tepat dan efektif, meningkatkan daya guna pembangunan nasional.
c. Diplomasi yang Seimbang dan Strategis
- Indonesia perlu menjalankan kebijakan luar negeri yang menjaga keseimbangan dengan semua kekuatan besar, termasuk AS, China, dan BRICS.
- Jangan terlalu berpihak pada satu blok kekuasaan agar tetap menjadi aktor strategis yang dihormati di kancah internasional.
- Keikutsertaan Indonesia di BRICS dan hubungan erat dengan AS dan Eropa harus dijaga untuk menyeimbangkan persepsi geopolitik.
d. Percepat Keanggotaan OECD
- Bergabung dengan OECD dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maju dan menarik lebih banyak investasi global.
- Langkah ini juga akan menunjukkan komitmen Indonesia terhadap standar tata kelola dan transparansi yang diakui dunia.
e. Fokus pada Transisi Energi dan Keberlanjutan
- Indonesia sudah menetapkan Green Taxonomy sebagai standar untuk sektor keuangan dan industri.
- Mendorong solusi keuangan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
Penutup
Dengan situasi global yang semakin kompleks dan tantangan politik domestik yang tidak ringan, Indonesia perlu melakukan manuver yang hati-hati dan strategis. Menjaga stabilitas dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan menjalankan diplomasi yang seimbang adalah kunci agar Indonesia mampu bertahan dan berkembang dalam tatanan dunia yang multipolar.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







