BOJONEGORO – Sebuah aksi pencurian terekam jelas kamera pengawas di Toko Karti, sebuah toko kelontong milik warga di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Kejadian itu berlangsung pada Jumat siang (30/05/2025) sekitar pukul 14.30 WIB, saat suasana toko masih cukup ramai oleh aktivitas warga. Pelaku, seorang pria tak dikenal, masuk ke dalam toko dengan berpura-pura menjadi pembeli.
Modus Licik: Berpura-pura Belanja, Tapi Sasar Ponsel Korban
Pelaku terlihat santai berjalan-jalan di dalam toko, seolah tengah memilih barang belanjaan. Tanpa menimbulkan kecurigaan, pria tersebut mendekati meja kasir ketika penjaga toko, seorang ibu paruh baya yang merupakan pemilik toko, sedang melayani pelanggan lain. Saat itulah pelaku melihat celah. Dengan cepat, ia mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja kasir, lalu kabur keluar toko.
Korban Sadar dan Langsung Bereaksi: Teriak dan Kejar Pelaku
Korban tidak tinggal diam. Ia langsung menyadari aksi pencurian itu dan spontan berteriak sambil berlari mengejar pelaku.
“Saya lihat dia ambil HP langsung saya kejar, sambil teriak-teriak minta tolong,” ujar korban kepada warga yang datang menolong.
Beberapa warga sekitar yang mendengar teriakan segera keluar rumah, namun pelaku keburu kabur ke arah timur melalui gang kecil dan menghilang.
Rekaman CCTV Menjadi Bukti Kunci
Setelah kejadian, korban bersama warga memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di dalam toko. Video tersebut menunjukkan dengan jelas aksi pencurian, mulai dari pelaku masuk toko, berpura-pura belanja, hingga menyambar ponsel dan melarikan diri. Rekaman ini telah diserahkan ke pihak kepolisian sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi Selidiki, Warga Diimbau Waspada
Kasus ini sudah ditangani oleh Polsek Dander. Polisi akan menyelidiki identitas pelaku menggunakan rekaman CCTV sebagai bukti awal. Kapolsek juga mengimbau para pelaku usaha kecil agar lebih berhati-hati terhadap pembeli mencurigakan dan tidak meninggalkan barang berharga di tempat terbuka.
Peringatan Keras: Kejahatan Kini Datang dengan Wajah Ramah
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa datang kapan saja dan dengan cara yang semakin licik. Wajah ramah dan penampilan sopan tak selalu menjamin niat baik. Waspada dan proteksi mandiri menjadi kunci utama, terlebih bagi toko-toko kecil yang sering luput dari pengamanan ketat.
Baca Juga:
Obi-Martin Gemilang! MU Menang 3-1 atas Timnas Hong Kong
Skandal Suap Ronald Tannur: Pengacara Dituntut 14 Tahun!







