• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

AS Cabut Visa Mahasiswa China, Tuduhan Diskriminasi Menguat!

AS cabut visa mahasiswa China terkait isu keamanan, picu kecaman Beijing dan perburuk hubungan pendidikan dua negara adidaya tersebut.

musa by musa
31/05/2025
in World
0
mahasiswa
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor –  Hubungan Amerika Serikat dan China kembali memanas. Kali ini, keputusan AS mencabut visa bagi mahasiswa asal China memicu kemarahan Beijing. Pemerintah China menyebut langkah ini sebagai tindakan bermotif politik, diskriminatif, dan penuh kemunafikan.

Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang menyatakan bahwa pencabutan visa menyasar mahasiswa yang memiliki kaitan dengan Partai Komunis China (PKC) atau yang tengah menempuh studi di bidang-bidang strategis seperti teknologi, sains, hingga militer. AS bahkan memperluas penyaringan media sosial dan menghentikan sementara penerbitan visa pelajar baru.

“Langkah ini merusak pertukaran masyarakat kedua negara dan menunjukkan wajah asli AS yang munafik soal kebebasan dan keterbukaan,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing.

Tak berhenti di situ, aktivis sayap kanan AS, Laura Loomer, bahkan menyerukan deportasi putri Presiden Xi Jinping yang pernah kuliah di Harvard dan disebut masih tinggal di Massachusetts. Seruan ini ramai di platform X (Twitter) dan memperkeruh suasana.

Di sisi lain, hubungan pendidikan AS-China selama ini dianggap sebagai salah satu elemen penting diplomasi kedua negara. Selama 15 tahun, China menjadi negara penyumbang mahasiswa asing terbanyak di AS, sebelum posisinya digeser oleh India tahun lalu.

Namun kini, sentimen anti-China yang kian menguat di kalangan elite politik AS membuat para mahasiswa dan akademisi China jadi korban dalam perang dingin versi baru ini. Pemerintah China sendiri telah mengajukan protes resmi dan menyebut kebijakan Trump-Rubio sebagai bentuk penindasan ideologis.

Langkah ini juga disebut bisa merugikan AS sendiri, karena selama ini banyak universitas di Negeri Paman Sam diuntungkan oleh kehadiran talenta muda dari China yang cemerlang dan berprestasi.

Sumber: Liputan6

Baca Juga:

Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!

Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?

Tags: #ASChina #VisaPelajar #MarcoRubio #XiJinping #HubunganInternasional #PendidikanGlobal #PerangDinginBaru #JurnalPelopor #Geopolitik #Indonesia
Previous Post

Evakuasi Dihentikan! Longsor Gunung Kuda Tewaskan 13 Orang

Next Post

Waspada! BPOM Temukan 100 Ribu Jamu Herbal Beracun

musa

musa

Related Posts

eropa
World

Eropa Paling Ramah Libur, Pekerja Dapat 33 Hari Cuti

19/01/2026
greenland
World

Momen Krusial Greenland, Pernyataan Tegas PM Denmark

13/01/2026
google
World

Laporkan Pelecehan, Pegawai Google Malah Dipecat

12/01/2026
ekspor
World

Maduro Dibui, Ekspor Minyak Venezuela ke AS Mulai Dibahas

07/01/2026
kolombia
World

Demi Kedaulatan, Presiden Kolombia Tantang AS dengan Senjata

07/01/2026
lahan
World

Lahan Strategis 500 Meter dari Masjidil Haram Dimenangkan RI

07/01/2026
Next Post
bpom

Waspada! BPOM Temukan 100 Ribu Jamu Herbal Beracun

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.