Jurnal Pelopor – Atlet muda asal Bojonegoro, Ramadiansyah Setiyawan, sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 kategori Usia 12 Tahun (U12) dalam ajang Seleksi Daerah (Selekda) Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) Jawa Timur 2025. Kompetisi bergengsi ini digelar pada Minggu, 25 Mei 2025 di Kota Mojokerto dan diselenggarakan oleh Pengda Fespati Jawa Timur.
Dalam event ini, Ramadiansyah turun di cabang panahan tradisional, salah satu cabang yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI). Berbeda dari panahan modern, panahan tradisional mengedepankan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan filosofi olahraga rekreasi yang menyatu dengan tradisi.
Ramadiansyah sebelumnya telah menunjukkan kemampuannya dalam Selekcab Fespati Bojonegoro yang digelar pada 4 Mei 2025, di mana ia juga meraih peringkat tertinggi dan berhak mewakili kabupaten ke tingkat provinsi. Konsistensi dan performanya yang impresif berbuah manis saat tampil di Selekda Jatim, mengungguli para peserta dari berbagai daerah lainnya.
Berkat pencapaian gemilangnya, Ramadiansyah berhak atas Golden Tiket yang memberinya akses langsung ke ajang nasional FORNAS VIII 2025. Festival ini akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan menjadi panggung prestisius bagi atlet olahraga rekreasi seluruh Indonesia. Tiket ini menjadi bukti bahwa Ramadiansyah termasuk dalam deretan atlet terbaik nasional di cabang panahan tradisional usia dini.

Kemenangan ini tak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tapi juga membanggakan bagi keluarga, pelatih, serta masyarakat Bojonegoro yang selama ini memberi dukungan penuh. Tak kalah penting, prestasi ini menunjukkan bahwa olahraga tradisional masih hidup dan berkembang di kalangan generasi muda, bahkan mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional.
Dengan bekal keterampilan, semangat, dan pengalaman bertanding di tingkat provinsi, Ramadiansyah kini tengah mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya. Bojonegoro menaruh harapan besar agar langkah Ramadiansyah terus menanjak dan tidak berhenti di sini. Ia diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk mencintai olahraga berbasis budaya bangsa.
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







