Jurnal Pelopor – Sebagian struktur Gedung DPRD Kabupaten Pesawaran ambruk pada Jumat siang (23/5/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Kejadian ini sontak mengejutkan para pegawai dan anggota dewan yang tengah beraktivitas. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, kerusakan yang terjadi memunculkan perdebatan soal penyebab utamanya: cuaca ekstrem atau kelalaian perawatan bangunan.
Cuaca Ekstrem Jadi Sorotan Awal
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Pesawaran, Toto Sumedi, dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa insiden ini dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem. Ia mengutip peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menyatakan bahwa wilayah Pesawaran dan sekitarnya sedang dilanda hujan sedang hingga lebat, disertai kilat dan angin kencang. Wilayah seperti Gedong Tataan, Negeri Katon, dan Way Lima termasuk yang paling berisiko.
“Pasca-kejadian, kami langsung menghubungi tim teknis untuk memeriksa struktur bangunan dan menyesuaikan aktivitas DPRD agar tetap berjalan dengan aman,” ujar Toto.
Versi Wakil Ketua DPRD: Bangunan Memang Sudah Rusak
Namun, pernyataan Toto dibantah oleh Wakil Ketua I DPRD Pesawaran, M Nasir. Ia menyatakan, meskipun belum ada hasil resmi investigasi, kondisi gedung memang sudah lama mengkhawatirkan. Bangunan yang mulai digunakan pada 2014 itu belum pernah mendapat renovasi besar sejak selesai dibangun pada 2012.
“Kami sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan, bahkan mencoba melakukan efisiensi anggaran agar dana bisa dialihkan ke renovasi. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” tegas Nasir.
Tuntutan Percepatan Renovasi dan Tindakan Pemkab
M Nasir menegaskan bahwa pihak DPRD sudah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum untuk menghitung estimasi anggaran renovasi. Ia berharap usulan ini bisa masuk dalam pembahasan APBD 2026. Namun hingga saat ini, belum ada respons konkret dari pihak pemerintah daerah.
“Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan. Gedung ini adalah pusat kegiatan legislatif, dan kondisinya sudah tak layak. Pemkab harus segera ambil langkah nyata,” serunya.
Pemeriksaan Teknis Masih Berlangsung
Sementara itu, Sekwan Toto menambahkan bahwa pihak terkait kini tengah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap struktur gedung. Area yang terdampak langsung telah diamankan, dan aktivitas DPRD akan dialihkan sementara untuk memastikan keselamatan seluruh personel.
Sumber: Liputan6
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







