Jurnal Pelopor — PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) resmi menunjuk Marlo Budiman sebagai Presiden Direktur yang baru, menggantikan Gita Irmasari yang mengundurkan diri. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (21/5). Dalam kesempatan yang sama, Anand Kumar juga mundur dari jabatannya sebagai Komisaris.
Manajemen menyampaikan bahwa perubahan jajaran direksi dan komisaris merupakan langkah strategis untuk menyegarkan struktur kepemimpinan dan mendorong inovasi perusahaan, khususnya di sektor properti yang semakin kompetitif.
“Kami menyambut jajaran baru dengan optimisme tinggi dan berharap kolaborasi mereka dapat membawa nilai tambah signifikan bagi perusahaan,” ujar perwakilan manajemen LPCK dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
Selain pengangkatan Mario Budiman, RUPST juga menetapkan susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
- Presiden Komisaris (Independen): Didik Junaedi Rachbini
- Komisaris Independen: Hadi Cahyadi
- Komisaris: Charles Rigoux
- Komisaris: George Raymond Zage III
Direksi:
- Presiden Direktur: Marlo Budiman
- Direktur: Marshal Martinus Tissadharma
- Direktur: Indryanarum
Kinerja Keuangan LPCK: Stabil dan Bertumbuh
Dalam laporan keuangan tahun buku 2024 yang disampaikan di RUPST, LPCK mencatat pendapatan sebesar Rp1,94 triliun dan EBITDA sebesar Rp319 miliar, mencerminkan fundamental yang tetap solid meskipun pasar properti sedang beradaptasi dengan tantangan makroekonomi.
Memasuki kuartal pertama tahun 2025, LPCK sudah mengantongi pra-penjualan (marketing sales) senilai Rp323 miliar, atau 19,6 persen dari target tahunan sebesar Rp1,65 triliun. Penjualan tersebut didominasi proyek hunian yang menyumbang 67% dari total, sementara proyek komersial seperti ruko dan lahan bisnis berkontribusi 33%.
Perusahaan juga membukukan pendapatan Rp1,09 triliun dengan gross margin 26%, serta EBITDA positif sebesar Rp173 miliar, atau 16% dari total pendapatan. Angka ini menunjukkan ketahanan bisnis LPCK dalam menjaga marjin keuntungan di tengah tantangan biaya konstruksi dan inflasi bahan bangunan.
Fokus ke Depan: Inovasi Hunian dan Ekspansi Bisnis
Dengan kepemimpinan baru, LPCK berencana untuk memperluas portofolio proyek hunian yang terjangkau, sekaligus mengembangkan kawasan komersial dan industri. Fokus LPCK juga akan diarahkan pada efisiensi operasional, peningkatan layanan digital bagi konsumen, serta memperkuat ekosistem kawasan Lippo Cikarang sebagai pusat hunian modern di timur Jakarta.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







