Jurnal Pelopor — Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif yang bisa menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. Dalam pandangan SBY, ekonomi Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada sektor agraria dan industri padat modal saja. Indonesia harus memanfaatkan kekayaan budaya dan kreativitasnya dengan menggabungkan seni dan teknologi secara sinergis.
Galeri Cikeas Jadi Saksi Perjalanan Seni SBY
Pernyataan tersebut disampaikan SBY saat Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengunjungi Cikeas Art Gallery milik SBY di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor. Dalam kesempatan itu, SBY juga berbagi kisah tentang hobinya melukis yang sudah dijalani selama empat tahun terakhir. Ia telah menciptakan lebih dari 350 lukisan, sebagian besar dipajang di Museum dan Galeri SBY-ANI di Pacitan, Jawa Timur. Museum ini merupakan museum kepresidenan pertama di Asia dan menjadi simbol penghargaan terhadap seni dan sejarah kepemimpinan Indonesia.
SBY menjelaskan bahwa pada awalnya ia banyak melukis pemandangan alam seperti laut, pantai, dan pegunungan. Seiring waktu, ia mulai mengeksplorasi objek lain seperti binatang, rumah-rumah desa, serta bangunan artistik, bahkan mulai bereksperimen dengan gaya abstrak dan semi abstrak.
Seniman Adalah Kunci Bangkitnya Industri Kreatif
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut positif visi SBY dan menilai seniman punya peran penting membangkitkan industri kreatif. Ia percaya, karya seni bisa menjadi motor penggerak ekonomi dan memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia.
Riefky menegaskan, “Peran seniman dalam mendukung bangkitnya industri kreatif sangat penting, apalagi di era teknologi dan digital saat ini.”
Lebih lanjut, Teuku Riefky menambahkan bahwa Kemenekraf fokus memberikan pendampingan kepada para pelaku ekonomi kreatif untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) hasil karya mereka. Hal ini penting untuk perlindungan hukum dan mendukung proses komersialisasi karya seni.
Politikus Partai Demokrat ini mengingatkan bahwa bisnis berbasis kekayaan intelektual di Indonesia kini sedang berkembang pesat dan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
SBY mengajak bangsa ini untuk tidak hanya mengandalkan kekuatan ekonomi tradisional, tetapi juga memaksimalkan potensi seni dan teknologi secara bersama-sama. Sinergi ini diharapkan membuka peluang baru, memperkuat daya saing Indonesia, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja di masa depan.
Sumber: Kompas.com
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







