Jurnal Pelopor – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan sebidang Kaligawe, Semarang, pada Kamis pagi, 8 Mei 2025. Sebuah truk bermuatan kedelai nekat menerobos palang pintu perlintasan dan tertabrak Kereta Api Harina 96 yang melaju dari arah Bandung menuju Surabaya Pasar Turi. Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.50 WIB, saat arus lalu lintas mulai padat menjelang jam berangkat kerja dan sekolah. Benturan keras menyebabkan truk terseret sejauh ratusan meter hingga ringsek parah. Sopir truk, yang belum diketahui identitasnya, ditemukan tewas di lokasi kejadian dalam kondisi terjepit di kabin.
Macet Total dan Penundaan Sejumlah Perjalanan KA
Akibat tabrakan tersebut, arus lalu lintas di Jalan Raya Kaligawe mengalami kemacetan parah hingga tiga kilometer. Warga sekitar dan pengendara yang melintas harus memutar arah mencari jalur alternatif.
“Kami terpaksa mengantar anak sekolah melewati jalur memutar karena tidak bisa lewat jalur utama,” kata Wiyoto, warga Genuk, Semarang.
Proses evakuasi memakan waktu cukup lama karena posisi truk yang terseret dan hancur di jalur rel.
Sementara itu, perjalanan sejumlah kereta api lain dari arah barat (Semarang) maupun timur (Surabaya) ikut tertahan. Kereta Api Harina sendiri terpaksa berhenti cukup lama di lokasi. Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa masinis KA Harina sudah membunyikan klakson berkali-kali saat mendekati perlintasan JPL 05, namun truk tetap memaksa menerobos.
“Tidak ada korban dari penumpang maupun awak kereta, hanya sopir truk yang meninggal di lokasi,” jelas Franoto.
Evakuasi dan Pemeriksaan Jalur Dikebut
PT KAI segera menurunkan tim tanggap darurat untuk melakukan evakuasi serta pengecekan rel dan rangkaian kereta. Lokomotif KA Harina juga diganti sebelum perjalanan dilanjutkan. “Kami memohon maaf kepada para penumpang atas keterlambatan ini. Saat ini jalur dan rangkaian telah diperiksa dan KA Harina kembali diberangkatkan setelah kondisi dinyatakan aman,” tambah Franoto.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat keras tentang pentingnya disiplin dan kehati-hatian saat melintas di perlintasan kereta api. Terlebih, meski perlintasan telah dilengkapi palang, masih saja ada pengendara yang nekat menerobos.
Sumber: MetroTv
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:







