Jurnal Pelopor – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Kamis sore (24/4/2025). Ikmal Fauzula (19), pemuda asal Desa Gunungsari, kehilangan nyawanya setelah terjatuh dari sepeda motor karena mencoba menghindari jalan yang bergelombang akibat tambalan aspal.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, Ikmal sedang mengendarai motor Honda Supra berpelat nomor S 6869 JBJ dari arah barat ke timur, yakni dari Bojonegoro menuju Babat. Saat melintas di lokasi kejadian, dia diduga berusaha menghindari jalan yang tidak rata. Menurut Andi Irawan (37), saksi di tempat kejadian yang merupakan warga setempat, motor korban tiba-tiba oleng dan kehilangan keseimbangan, hingga akhirnya terguling di jalan raya.
“Sepeda motornya sempat oleng karena menghindari tambalan jalan yang bergelombang, lalu jatuh dan langsung tidak sadarkan diri,” ungkap Andi.
Korban mengalami luka berat di bagian kepala dan tubuh. Kapolsek Baureno IPTU M. Sholeh membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa korban meninggal di lokasi. Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban ke RSU Karang Kembang di Babat, Lamongan, untuk proses lebih lanjut.
Fakta Penting yang Terungkap
1. Kondisi Jalan Memprihatinkan
Jalan raya yang menghubungkan Bojonegoro–Babat, khususnya dari Desa Pohwates hingga perbatasan Kabupaten Lamongan, diketahui memiliki banyak titik tambalan jalan berlubang yang tidak rata. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kecelakaan tunggal, terutama saat malam hari atau saat pengendara melaju dalam kecepatan tinggi.
2. Kerap Terjadi Kecelakaan
Menurut warga sekitar, lokasi kejadian bukan pertama kalinya memakan korban. Jalan bergelombang di kawasan tersebut sering membuat pengendara motor terjatuh. Bahkan suspensi mobil pun bisa rusak jika melintas dalam kecepatan tinggi.
Himbauan dari Polisi
Menyikapi kejadian ini, IPTU Sholeh mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati, terutama saat melintas di ruas jalan yang rusak. Ia juga menyarankan pengendara untuk tidak memacu kendaraan terlalu cepat dan senantiasa memperbanyak doa atau sholawat agar terhindar dari marabahaya di jalan.
“Kami imbau para pengendara, baik roda dua maupun empat, agar ekstra hati-hati. Tambalan jalan yang tidak rata sangat berbahaya dan bisa sebabkan laka lantas fatal,” tegas Kapolsek.
Kecelakaan seperti ini menjadi cermin buruknya kualitas infrastruktur jalan yang semestinya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Sumber: Detik.com
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:







