Jurnal Pelopor – Ribuan warga DKI Jakarta memadati halaman Balai Kota sejak subuh, Rabu (23/4/2025). Mereka datang membawa map coklat berisi surat lamaran kerja untuk posisi Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye. Dari lulusan SMA, mantan karyawan pabrik, hingga ibu rumah tangga—semuanya berburu pekerjaan dengan gaji setara UMK Jakarta: Rp 5,3 juta.
Meski laman online belum aktif dan informasi kerap simpang siur, semangat mereka tak surut. Bahkan sebagian pelamar sampai mengisi formulir di trotoar dan taman.
“Saya dari jam 7 pagi sudah antre, rame banget,” ujar Ihda, lulusan SMA yang kini menganggur.
Peluang Terakhir di Tengah Keterbatasan
Bagi banyak warga, PPSU bukan pilihan utama, melainkan satu-satunya harapan.
“Sudah lima kali lamar kerja, belum ada yang manggil,” kata Siti, mantan penjaga toko.
Senada dengan Karina dan Sani, mereka datang bukan karena mimpi besar, melainkan kebutuhan mendesak: stabilitas dan penghasilan tetap.
Sistem Baru, Janji Transparansi Tanpa Titipan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku terkejut dengan antusiasme pelamar. Dalam dua hari, jumlahnya tembus 7.000 orang—padahal hanya 1.100 yang akan diterima tahun ini. Ia menegaskan rekrutmen dilakukan tanpa titipan dan sepenuhnya transparan.
“Sekarang yang lulusan SD pun bisa daftar. Kami ubah sistem agar semua warga punya kesempatan,” ucap Pramono. Ia juga menjanjikan sistem online agar warga tak perlu datang langsung ke Balai Kota.
Sumber: CNBC Indonesia, Liputan6
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:







