Jurnal Pelopor – Sekolah Sepak Bola (SSB) Sukorejo FC kembali mengharumkan nama Bojonegoro di kancah internasional. Dalam ajang Turnamen Sepak Bola Internasional Bali 7’S 2025, tim muda asal Desa Sukorejo ini sukses meraih posisi kedua di kategori U-10 Silver. Prestasi ini menjadi kejutan, karena tim datang ke Bali tanpa target juara.
Perjalanan Hebat Tim Muda Bojonegoro
Turnamen yang digelar di Bali United Training Center, Gianyar, diikuti oleh 32 tim dari berbagai daerah dan negara. Sukorejo FC tampil konsisten sejak awal hingga melaju ke final. Padahal, skuad baru memulai latihan intensif sekitar dua minggu pasca Lebaran.
Pelatih Sukorejo FC, Hadi Purwanto, yang akrab disapa Coach Bruno, mengatakan bahwa timnya tidak dibebani target tinggi.
“Kami tidak menargetkan juara. Fokus utama kami adalah menempa mental bertanding dan memberi pengalaman untuk anak-anak,” ujarnya.
Tantangan di Awal Turnamen
Pada pertandingan pembuka, salah satu pemain mengalami kelelahan akibat perjalanan jauh dari Bojonegoro ke Bali. Kondisinya sempat menurun dan tidak bisa dimainkan. Namun, para pemain pelapis mampu mengisi peran dengan baik.
“Anak-anak pelapis menunjukkan semangat dan tanggung jawab tinggi. Itu yang membuat kami tetap solid,” lanjut Bruno.
Pemain yang sakit akhirnya pulih dan bisa kembali tampil di laga-laga berikutnya, memberikan kontribusi penting bagi tim.
Binaan dari SSB Fadly Alberto Hengga
Sukorejo FC memboyong 14 pemain ke Bali. Sebagian dari mereka merupakan murid dari SSB tempat Fadly Alberto Hengga, pemain Timnas U-17 Indonesia, pernah berlatih. Hal ini menunjukkan bahwa Sukorejo FC memiliki sistem pembinaan yang terus berkembang.
Bruno juga menegaskan bahwa tujuan mereka adalah membangun karakter dan semangat bertanding anak-anak sejak usia dini.
“Ini bukan soal hasil, tapi proses dan pengalaman. Mereka harus terbiasa dengan atmosfer pertandingan yang kompetitif,” tegasnya.
Bukti Kemajuan Pembinaan Usia Dini
Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Bojonegoro berjalan ke arah yang positif. Dengan persiapan minim dan tantangan di awal turnamen, Sukorejo FC tetap bisa bersaing dan menunjukkan kualitasnya.
Meski hanya menjadi runner-up, pencapaian ini jauh lebih penting karena menunjukkan mental, kerja keras, dan kekompakan tim muda Bojonegoro. Turnamen ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tapi tentang bagaimana sebuah proses membentuk fondasi kuat bagi masa depan sepak bola daerah.
Sumber: Radar Bojonegoro
Baca Juga:
Utang RI Rp 250 T, Sri Mulyani: Bukan Karena Tak Punya Uang!
Hari Kartini: Dari Pingitan ke Pencerahan Perempuan Indonesia!
Saksikan berita lainnya:







