Jurnal Pelopor – Dunia musik Indonesia kembali berduka. Ricky Siahaan, gitaris band Seringai, meninggal dunia secara mendadak di Jepang, Sabtu (19/4/2025), setelah menyelesaikan penampilan terakhir dalam tur band tersebut di Tokyo.
Kabar duka ini diumumkan langsung oleh pihak Seringai melalui akun Instagram resmi mereka:
“Ricky meninggalkan dunia ini dengan sesuatu yang dia cintai: bermain musik keras dengan maksimal.”
Jenazah Masih di Jepang, Proses Otopsi dan Clearance Berlangsung
Menurut manajer Seringai, Wendi, jenazah Ricky masih berada di Jepang untuk menjalani proses otopsi dan clearance. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu karena ketatnya prosedur di Jepang untuk kematian warga negara asing.
“Kemungkinan jenazah tiba di Tanah Air Jumat depan,” tulis Wendi dalam pesan singkat ke Kompas.com.
Desta: 33 Tahun Persahabatan dan Lagu yang Tak Selesai
Sahabat dekat Ricky, Desta, mengungkap duka mendalam. Ia mengenang pertemanan mereka yang dimulai sejak tahun 1992, saat sama-sama duduk di bangku SMA.
“Kenal 1992–2025. 33 tahun persahabatan kita. Banyak banget cerita kita. Kita banyak belajar bareng semua hal. Lo pergi Rick,” tulis Desta dalam unggahan emosional di Instagram.
Tak hanya itu, Desta membagikan kisah soal lagu “Ceritakan April” yang mereka ciptakan bersama di band Chapter69. Lagu itu punya makna khusus karena April adalah bulan favorit Ricky dan kini juga menjadi bulan kepergiannya.
“Ricky yang buat judulnya karena dia bilang suka bulan April. Dan Ricky meninggal di bulan April,” sambung Desta yang tak kuasa menahan air mata.
Sahabat Sejati Sejak SMA
Dalam unggahannya, Desta menyebut Ricky sebagai sahabat dalam segala hal. Dari bolos sekolah, adu hafal nama personel band, hingga menjadi rekan band di Apple Juice dan Chapter69.
“Sahabat SMA-ku. Sahabat nginep di Tebet. Sahabat belajar gitar metal bareng. Sahabat bercanda absurd yang nyambung.”
Sebagai penutup, Desta menulis pesan khas mereka:
“Jangan kasih terlalu banyak distorsi di sana Rick. Akustikan yah biar penghuni lain juga bisa tenang istirahat.”
Ricky Siahaan: Lebih dari Sekadar Gitaris
Ricky lahir di Tanjung Pandan, Belitung, 5 Mei 1976. Karier musiknya dimulai dari band Chapter69, kemudian berlanjut ke Buried Alive dan Stepforward. Ia juga sempat menjadi editor majalah Rolling Stone Indonesia hingga 2017, dan menjabat sebagai CEO Whiteboard Journal sejak 2023.
Ricky bukan hanya gitaris. Ia adalah simbol semangat musik keras Indonesia. Ia pergi setelah tampil di atas panggung, melakukan apa yang paling ia cintai.
Sumber: Suara.com, Kompas.com
Baca Juga:
Utang RI Rp 250 T, Sri Mulyani: Bukan Karena Tak Punya Uang!
Tarif Trump Bikin Harga Kopi hingga Skincare Melonjak di AS
Saksikan berita lainnya:







