• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Soal Milisi Anak di Papua, TNI Tegaskan Tetap Profesional

TNI tegaskan sikap profesional hadapi konflik Papua, utamakan dialog dan lindungi anak-anak dari dampak perang dan eksploitasi.

Achmad Rizal by Achmad Rizal
16/04/2025
in Nasional
0
milisi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan komitmennya untuk bertindak profesional dalam menghadapi konflik bersenjata di Papua, termasuk ketika berhadapan dengan milisi anak. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, menyatakan bahwa prajurit TNI selalu mengedepankan prinsip hukum dan hak asasi manusia dalam setiap tindakan.

“Komitmen kami adalah disiplin dan berhati-hati untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, khususnya anak-anak yang tidak berdosa,” ujar Kristomei, Selasa, 15 April 2025.

Anak-Anak Dipaksa Jadi Milisi oleh TPNPB-OPM

Kristomei menyebut keterlibatan anak-anak dalam konflik Papua bukanlah hal yang sederhana. Banyak di antaranya menjadi milisi karena tekanan dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Meski demikian, TNI tetap berusaha menahan diri dan mengedepankan pendekatan dialog sebagai solusi utama.

Dialog Diutamakan, Senjata Hanya Pilihan Terakhir

Menurut TNI, pendekatan bersenjata hanya menjadi opsi terakhir dan bersifat sangat selektif. Kristomei menegaskan, prajurit di lapangan mematuhi hukum humaniter internasional, yang melarang tindakan kekerasan terhadap anak-anak dalam situasi konflik.

Konfirmasi dari Komnas HAM: Anak Memang Terlibat

Keberadaan milisi anak juga dibenarkan oleh Frits Ramandey dari Komnas HAM Papua. Ia menyatakan bahwa anak-anak yang terlibat merupakan bagian dari keluarga para milisi. Pelibatan mereka cenderung tidak langsung, namun tetap melanggar aturan hukum internasional.

Frits mendesak semua pihak, baik TNI-Polri maupun TPNPB-OPM untuk mematuhi hukum humaniter internasional yang melindungi anak-anak dalam konflik.

Perlindungan Anak dalam Konvensi Internasional

Konvensi Jenewa IV Tahun 1949 dan protokol tambahannya pada 1977 secara jelas melarang perekrutan anak-anak di bawah usia 15 tahun sebagai kombatan. Bahkan, jika tertangkap, mereka harus di perlakukan secara manusiawi dan sesuai dengan usianya. Hukuman mati pun tidak boleh di jatuhkan terhadap kombatan di bawah 18 tahun.

Selain itu, Konvensi Hak Anak 1989 mengharuskan negara menjamin hak hidup anak dan melarang keterlibatan mereka dalam konflik bersenjata.

Klaim TPNPB-OPM: Anak-Anak Bukan Dikerahkan untuk Bertempur

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, membantah bahwa pihaknya sengaja merekrut anak-anak sebagai milisi. Menurutnya, anak-anak yang berada di markas TPNPB adalah korban kekerasan sebelumnya dan bukan bagian dari pasukan tempur.

“Anak-anak yang ada bersama kami adalah korban. Kami tidak mungkin menembak generasi asli Papua,” ujar Sebby.

Sumber: Tempo.com

Baca Juga:

Utang RI Rp 250 T, Sri Mulyani: Bukan Karena Tak Punya Uang!

Tarif Trump Bikin Harga Kopi hingga Skincare Melonjak di AS

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?

Tags: #TNI #Papua #TPNPB #OPM #HakAsasiManusia #AnakDalamKonflik #KristomeiSianturi #JurnalPelopor #Indonesia #KeamananNasional
Previous Post

Geger di Garut! Dokter Kandungan Diduga Lecehkan Pasien

Next Post

Polda Metro Jaya Sita 44,5 Kg Ganja, Kurir Diciduk, Bandar Kabur

Achmad Rizal

Achmad Rizal

Related Posts

haji
Nasional

Kasus Kuota Haji, KPK Hentikan Pencekalan Pemilik Maktour.

20/02/2026
makan bergizi gratis
Nasional

Mitra Makan Bergizi Gratis Diguyur Insentif Rp 6 Juta Sehari.

20/02/2026
jcc
Nasional

Batik Miliaran di JCC Hilang! Polisi Akhirnya Tangkap 3 Pelaku.

17/02/2026
Lucky
Nasional

Lucky Widja Element Berpulang, Kenangan Lagu Tak Terlupakan

26/01/2026
keraton
Nasional

Konflik Keraton Memanas, Ancaman Gugatan PTUN

19/01/2026
ferry irawan
Nasional

Di Balik Tragedi Pesawat ATR, Kisah Ferry Irawan

19/01/2026
Next Post
ganja

Polda Metro Jaya Sita 44,5 Kg Ganja, Kurir Diciduk, Bandar Kabur

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.