Jurnal Pelopor — Pertandingan Ronde 4 Piala FA antara Manchester United (MU) dan Leicester City berakhir dengan kemenangan dramatis 2-1 untuk tuan rumah. Namun, laga ini menyisakan kontroversi yang memicu reaksi keras dari pelatih Leicester City, Ruud Van Nistelrooy.
Leicester Unggul Lebih Dulu
Leicester City memimpin lebih dulu melalui gol Bobby De Cordova-Reid pada menit ke-42. Serangan cepat dan kerja sama apik di lini depan membuat gawang MU yang dijaga oleh Andre Onana tak mampu menahan tembakan keras Cordova-Reid.
Setelah tertinggal, MU berjuang keras mencari gol penyeimbang. Joshua Zirkzee, pemain pengganti yang masuk di babak kedua, berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-68. Gol tersebut memicu semangat Setan Merah untuk terus menekan pertahanan Leicester.
Gol Kontroversial Harry Maguire di Menit Krusial

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Harry Maguire mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+3. Gol ini memicu perdebatan karena dugaan posisi offside Maguire saat menyundul bola ke gawang Leicester.
Tidak adanya penggunaan teknologi VAR di ajang Piala FA membuat wasit tetap mengesahkan gol tersebut. Hal ini membuat Van Nistelrooy merasa kecewa.
“Kami tidak kalah di masa Fergie, tapi kami kalah di waktu offside,” ujar Van Nistelrooy, merujuk pada masa kejayaan MU di bawah Sir Alex Ferguson.
Van Nistelrooy menilai keputusan tersebut tidak perlu terjadi. “VAR yang biasanya memutuskan berdasarkan sentimeter atau inci, kali ini tidak ada. Ini jelas offside setengah meter,” tambahnya dengan nada kesal.
Baca Juga:
Piala Dunia 2026 Tanpa Ronaldo, Messi, Neymar: Mungkin Terjadi?
Piala Dunia 2026 Tanpa Ronaldo, Messi, Neymar: Mungkin Terjadi?
Kekecewaan dan Harapan Van Nistelrooy

Van Nistelrooy meyakini jika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu atau adu penalti, Leicester City memiliki peluang besar untuk menang.
“Jika kami bisa membawa pertandingan ini ke perpanjangan waktu, hasilnya mungkin berbeda,” katanya penuh keyakinan.
Situasi Sulit untuk Amorim di MU
Sementara itu, pelatih MU Ruben Amorim yang baru menangani klub sejak November 2024 masih menghadapi tekanan besar. Meskipun kemenangan ini menjadi angin segar, performa MU di liga masih jauh dari harapan.
MU saat ini tertahan di posisi ke-13 klasemen Liga Inggris dengan hanya 29 poin dan selisih gol -6. Amorim juga terlibat perselisihan internal dengan beberapa pemain kunci seperti Marcus Rashford dan Alejandro Garnacho, yang disebut sempat memanaskan suasana ruang ganti.
“Saya sadar bahwa pekerjaan ini penuh risiko. Tapi saya yakin jika terus bekerja keras, hasil baik akan datang,” ujar Amorim dalam konferensi pers usai pertandingan.
Amorim juga menyampaikan bahwa MU masih berjuang untuk meraih setidaknya satu trofi musim ini.
“Kami berjuang demi nasib kami hingga musim panas nanti,” tambahnya.
Kemenangan MU atas Leicester City diwarnai kontroversi yang akan menjadi pembicaraan hangat di dunia sepak bola Inggris. Sementara Amorim berharap kemenangan ini menjadi titik balik, Van Nistelrooy tetap menyuarakan ketidakpuasan terhadap keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya. Pertandingan ini menunjukkan bahwa Piala FA tetap menjadi kompetisi penuh drama dan kejutan.
Baca juga:
Torres Cetak Hat-Trick, Barcelona Lumat Valencia 5-0
Ditebus Rp337 Miliar Jay Idzes Jadi Bek Termahal Juventus.
Manchester City ‘Kalap’ Belanja di Awal Tahun, Habiskan Rp 3,58 Triliun!
Saksikan berita lainnya:
Kedatangan Ole Romeny! Solusi Ketajaman Lini Gedor Timnas Indonesia






