Jurnal Pelopor – Gempa bumi kembali mengguncang Sulawesi dalam dua hari terakhir, dengan BMKG melaporkan kejadian yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo. Berikut informasi lengkap mengenai gempa yang dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Gempa Magnitudo 6,1 di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (28 Januari 2025)
Pada Senin, 28 Januari 2025, pukul 21:53:34 WIB, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang wilayah tenggara Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Lokasi pusat gempa berada pada koordinat 0,53 Lintang Utara dan 121,18 Bujur Timur dengan kedalaman 91 km.
Gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat di beberapa daerah merasakan guncangan dengan cukup kuat. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban akibat gempa tersebut.
Gempa Magnitudo 5,1 di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (29 Januari 2025)
Keesokan harinya, Selasa, 29 Januari 2025, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,1 terjadi di wilayah Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Gempa ini terjadi pukul 07:50:42 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 4,09 Lintang Selatan dan 121,81 Bujur Timur.
Pusat gempa terletak sekitar 16 km barat daya Kolaka Timur dengan kedalaman hanya 10 km, yang membuat guncangan terasa lebih kuat meskipun magnitudonya lebih kecil. BMKG menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa Magnitudo 2,9 di Pohuwato, Gorontalo (29 Januari 2025)
Pada hari yang sama, gempa bumi lain dengan kekuatan Magnitudo 2,9 mengguncang wilayah Gorontalo, tepatnya 43 km barat laut Pohuwato. Gempa ini terjadi pukul 07:42 WIB dengan pusat gempa berada di darat pada kedalaman 49 km.
Meskipun magnitudo gempa relatif kecil, BMKG tetap menyampaikan informasi ini kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan atau dampak signifikan akibat gempa tersebut.
Peringatan dan Imbauan BMKG
BMKG menegaskan bahwa informasi gempa bumi bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan data. Mereka mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan.
Pihak berwenang juga meminta masyarakat untuk memastikan bangunan tempat tinggal mereka tahan gempa serta memahami prosedur evakuasi darurat jika gempa yang lebih besar terjadi.
Fenomena gempa bumi yang berturut-turut di Sulawesi ini menjadi pengingat penting bahwa wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi, berada di kawasan cincin api Pasifik yang rawan gempa bumi.
Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan guna meminimalisasi dampak dari bencana alam ini.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai gempa bumi, masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG di https://inatews.bmkg.go.id.
Sumber: Laman Resmi BMKG
Baca juga:
5 Pekerja Migran Indonesia Ditembak Otoritas Malaysia, 1 Tewas
https://www.jurnalpelopor.com/rice-cetak-gol-liga-champions-tercepat-arsenal-dekade-ini.html
Capaian 100 Hari Kerja: Menteri BUMN Gandeng Kementerian UMKM, PKP, dan BPOM
Emilia Contessa Meninggal Dunia, Dunia Hiburan Tanah Air Berduka
Saksikan berita lainnya:







