Jurnal Pelopor – Setelah menandatangani kontrak baru, Amad Diallo mencetak hat-trick yang membawa kemenangan 3-1 untuk Manchester United melawan Southampton di Old Trafford. Meskipun menang, Ruben Amorim mengungkapkan rasa frustrasinya karena timnya gagal mengontrol pertandingan melawan tim penghuni dasar klasemen Liga Premier.
Amad Jadi Pahlawan dengan Hat-Tricknya
Southampton lebih dulu unggul melalui gol bunuh diri Manuel Ugarte, yang memberi mereka keunggulan sebelum jeda. Southampton menunjukkan performa solid di babak pertama, dengan Andre Onana beberapa kali menggagalkan peluang emas, termasuk penyelamatan ganda dari Tyler Dibling dan Mateus Fernandes.
Namun, permainan berubah pada menit ke-82, ketika Amad menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan bola muntah di kotak penalti. Dua menit sebelum waktu tambahan, Amad mencetak gol keduanya dengan menendang voli setelah menerima umpan chip sempurna dari Christian Eriksen. Dia kemudian melengkapi hat-tricknya empat menit kemudian dengan merebut bola dari kesalahan Taylor Harwood-Bellis dan memasukkannya ke gawang kosong.
Dalam wawancara dengan TNT Sports, Amad mengatakan,
“Kami percaya sampai akhir dalam sepak bola. Tim ini sangat senang dengan kemenangan ini. Kami memiliki pemain berkualitas, dan hari ini kami menunjukkan bahwa kami adalah tim terbaik di lapangan.”
Amad mencatat gol ke-7, ke-8, dan ke-9 musim ini, memperkuat perannya sebagai salah satu pemain terbaik United musim ini. Pemain berusia 22 tahun itu juga menegaskan komitmennya untuk terus membantu tim.
“Saya akan bermain di posisi mana pun yang dibutuhkan. Saya ingin berjuang untuk klub ini,” tambahnya.
Kekhawatiran Amorim tentang Kurangnya Kontrol
Meskipun merasa senang dengan kemenangan, Ruben Amorim tetap menyoroti masalah yang terjadi pada timnya. Ia menyebut Southampton mengeksploitasi ruang di lini tengah United, sementara pemain-pemainnya terlihat kelelahan secara fisik maupun mental setelah pertandingan berat melawan Liverpool dan Arsenal.
“Pertandingan ini sangat sulit, penuh duel, dengan sistem yang sama. Southampton bermain sangat baik, terutama memanfaatkan ruang di lini tengah. Kami kesulitan menghentikan Kamaldeen Sulemana,” jelas Amorim.
Amorim menegaskan ia tetap percaya pada formasi 3-4-3nya. Namun, ia mengakui bahwa beberapa pemain mungkin tidak cocok dengan sistem tersebut dan perlu meningkatkan kemampuan mereka.
“Kami harus mengembangkan kemampuan pemain agar sesuai dengan kebutuhan sistem,” lanjutnya.
Fokus Pada Perbaikan
Kemenangan ini membuat United naik ke posisi 12 di klasemen Liga Premier. Namun, tim tetap menghadapi tekanan untuk meraih hasil positif secara konsisten.
“Kemenangan adalah yang terpenting hari ini, tetapi kami harus bekerja keras untuk meningkatkan kontrol dan kecepatan permainan,” tutup Amorim.
Sumber: BBC






